Senin, 18 April 2016

[Movie] Get Up Stand Up (2016)


Get Up Stand Up
(2016 - KG Studio)

Directed by Teezar Sjamsuddin
Written by Bagus Bramanti
Produced by Argalaras
Cast: Babe Cabiita, Abdur Arsyad, Acha Sinaga, Dicky Difie, Rahman, David Nurbianto, Wira Nagara, Indro Warkop, Virnie Ismail, Mo Sidik, Torro Margens, Dzawin, Rahmet, Sri Rahayu, Deni Suhendi, Uus, Hifdzi, Insan Nur Akbar, Ungu


You know, gue pun mungkin akan merasa kecolongan kalau punya acara pendorong tren dan pencetak bintang tapi pihak lain mengolahnya lebih duluan dan sukses. Setahu gue, selain acara Stand Up Comedy Show di Metro TV, adalah kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV yang berjasa mengangkat stand up comedy ke panggung hiburan mainstream Indonesia, serta jadi awalan bagi beberapa komika yang saat ini wara-wiri di TV ataupun layar lebar 2-3 tahun belakangan ini. Grup Kompas Gramedia (KG) mungkin agak telat untuk memberdayakan para talenta ini dalam format lain--kecuali beberapa episode sketsa di TV yang kurang berdampak, sampai-sampai kebanyakan dari mereka sudah lebih sukses "digarap" oleh pihak luar. Alas, kesannya saat KG Studio mengumpulkan para komika lulusan SUCI di film berjudul Get Up Stand Up seperti mengikuti tren semata, asem juga sih.

Tapi gw cukup menghargai usaha film ini untuk cari jalan supaya nggak sekadar menampilkan komika dalam cerita yang sekadarnya. Yah, mungkin cerita soal usaha mendapatkan cinta lewat prestasi dan bumbu cinta segitiga bukan cerita yang spesial juga. Cuma bisa kelihatan banget bahwa Get Up Stand Up adalah sebuah meta, dengan banyak referensi ke format dan gimmick kompetisi SUCI, ditambah pemainnya sebagian besar lulusan SUCI yang menonjolkan karakter khas masing-masing, pun memunculkan beberapa wajah in-house-nya Kompas TV. Plotnya menggunakan kompetisi SUCI sebagai salah satu penggeraknya, baik di depan layar maupun di balik layar, walau jelas semua rancangan ceritanya adalah fiksi--di sini Babe dan Abdur jadi seangkatan dan bersaing ketat.

Bagian ini gw cukup enjoy, karena dikaitkan dengan cukup menarik. Ada Babe (Babe Cabiita) yang menggunakan hubungannya dengan mantan pacarnya, Fatiya (Acha Sinaga) sebagai bahan stand up sekaligus menggunakan stand up biar menunjukkan pada Fatiya dia bisa berprestasi. Lalu bahwa teman akrabnya di kompetisi, Abdur (Abdur Arsyad) ternyata ditaksir Fatiya, dan itu pun jadi bahan stand up mereka. Sebuah ide menarik yang dikelola cukup baik dan tampilannya nggak terlihat maksa, dan semacam memberi contoh bagaimana bahan stand up itu dibuat. Bahkan dari sini juga jadi bisa muncul unsur konflik seputar persahabatan dan asmara yang cukup matters-lah buat ceritanya, bisa memunculkan sisi emosional.

Namun, bagian yang gw suka mungkin hanya sampai di situ. Karena gw merasa bahwa untuk sebuah film yang menampilkan banyak sekali komika, film ini nggak lucu, atau at least nggak selucu itu. Memang sepertinya film ini ingin emphasize tentang drama yang terjadi di antara para komika, jadi komedi itu muncul hanya dari perilaku dan dialog, bukan dari situasi atau ceritanya. Ini pilihan langkah yang menurut gw boleh-boleh aja, asal dramanya kuat, dan komedinya memang bisa lucu banget. Get Up Stand Up sayangnya belum bisa sampai di keduainya. Nggak bisa nggak kelihatan bahwa para komika ini belum sepenuhnya prepared untuk berakting dramatis. Nggak gagal, cuma memang telihat pemula sekali. Nanggunglah jadinya, terutama untuk sajian di layar lebar. Dalam beberapa bagian, gw merasa bahwa satu-satunya alasan film ini bukan jadi FTV hanyalah karena beberapa jokes-nya yang mungkin terlalu nakal untuk KPI.

But then again, salah satu yang exceed expectation gw adalah film ini cukup well-made. Gw melihat desain produksinya cukup baik, beberapa pengadeganan menyiratkan taste--misalnya dalam satu frame bisa lihat dua lapis adegan, sudut Jakarta yang diambil sangat grounded serta karakter-karakternya yang nggak Jakarta-sentris--tiga tokoh utamanya bukan orang Jakarta dan nggak ngomong lo-gue, sajian gambarnya juga cukup enak dilihat. Dan in the end, film ini jadi semacam tribute yang lumayan bagi mereka yang kenal sama SUCI dan para komika yang ada di dalamnya. Overall film ini mungkin belum bisa memaksimalkan potensinya, tapi nggak gue pungkiri bahwa idenya masih oke dan mungkin yang paling baik dalam merepresentasikan stand up comedy di Indonesia dalam format film panjang.





My score: 6,5/10

PS: Ada adegan Fatiya dan Abdur bilang suka baca novel Haruki Murakami yang bahasa Inggris karena nggak enak kalau baca terjemahan. Well, tanpa bermaksud mengguncang keyakinan kalian, yang bahasa Inggris pun ternyata terjemahan karena Murakami aslinya nulis dalam bahasa Jepang -_-'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar