Selasa, 02 Februari 2016

[Movie] The Program (2015)


The Program
(2015 - Studiocanal)

Directed by Stephen Frears
Screenplay by John Hodge
Based on the book "Seven Deadly Sins: My Pursuit of Lance Armstrong" by David Walsh
Produced by Tim Bevan, Eric Fellner, Tracey Seaward, Kate Solomon
Cast: Ben Foster, Chris O'Dowd, Denis Menochet, Guillaume Canet, Jesse Plemons, Lee Pace, Dustin Hoffman


Mungkin semuanya bermula dari film The Queen (2006), sebuah biografi modern dengan tuturan cerita "versus", jadi bukan cuma soal tokoh yang dibiografikan, tetapi ada satu sosok lain sebagai "penantang"nya. The Queen disutradarai oleh Stephen Frears dan ditulis oleh Peter Morgan, tentang relasi Ratu Elizabeth II di Inggris dan perdana menteri Tony Blair pasca-meninggalnya Lady Diana. Morgan kemudian nulis film biografi Frost/Nixon dan Rush garapan Ron Howard yang modelnya persis sama dengan The Queen. Lalu Frears, tanpa Morgan, tahun kemarin bikin The Program, tentang atlet sepeda Lance Armstrong yang ditantang jurnalis David Walsh yang mencurigainya pake doping.

Mencoba bikin sesuatu yang serupa dengan partner kerja yang berbeda jadi agak bermasalah di sini, kalau menurut gw ya. The Program secara khusus ingin menyorot resep rahasia Armstrong bisa juara kejuaraan balap sepeda tersohor dunia, Tour de France tujuh kali beturut-turut setelah sembuh dari kanker testis. Resepnya tentu saja program doping yang sophisticated dan segala siasatnya agar bisa mengakali tes doping dari penyelenggara sehingga selama lebih dari 10 tahun praktiknya itu nggak ketahuan.

Dari adegan awal, film memberi sense bahwa cerita ingin ada di dua sudut pandang, yaitu dari Lance (Ben Foster) dan David (Chris O'Dowd) si jurnalis The Sunday Times. Tapi, yang terjadi adalah ketidakseimbangan antara kedua karakter ini. Apakah mungkin kehidupan dan karakter David kurang menarik atau bagaimana, sebagian besar porsi film ini ya buntut-buntutnya tentang Lance saja, sudut pandang David pun porsinya kayak cuma seperempat, padahal dialah sosok pertama yang secara terbuka mencurigai Lance sang idola dunia bermain curang. Makanya, untuk jadi kisah "versus", film ini ya gagal.

Nah, kalau dipandang murni sebagai biografi Lance saja, well, film ini buat gw mirip dengan dramatisasi sebuah liputan berita atau acara di History Channel. Tuturannya kronologis, dengan sesekali memunculkan karakter yang di-highlight menandakan dia akan penting perannya dalam tamatnya karier Lance. Lajunya pun dibuat cepat sekali seakan niatnya hanya supaya penonton cukup tahu saja, tanpa ada penyerapan berarti. Dalam hal ini, gw merasa Frears ingin meniru gayanya Ron Howard di Rush *entah kenapa*, tapi sayangnya buat gw The Program ini nggak punya thrill yang cukup agar laju cepatnya itu bisa ada rasanya. Hambar dan lewat aja gitu.

Tapi mungkin yang bikin paling hambar adalah bahwa kisahnya udah nggak mengagetkan lagi. Semua orang yang pernah baca berita (ini baru terbongkar tahun 2012 lho) sudah paham kisah film ini akan ke mana, sehingga buat gw film ini udah nggak ada lagi elemen surprise-nya. Itu sih. Bahkan momen sepenting pengakuan Lance di Oprah juga selewat aja gitu.

Somehow, gw jadi inget sama The Big Short, film recent history yang semua orang udah tahu ending-nya. Tapi, film itu punya emphasize tinggi pada karakter-karakternya yang eksentrik, sehingga jadi sebuah tontonan yang sangat memikat dan menghibur, sekaligus bikin kesal dengan orang-orang yang tega halalkan segala cara demi uang. Di The Program, perasaan-perasaan itu nggak muncul. Sekalipun film ini memaparkan detail metode doping yang dilakukan Lance, lalu coba dimunculkan juga kemunafikan Lance di depan orang-orang yang dianggap inspirator, plus konspirasi dari industri olah raga balap sepeda dan para atlet lain yang berusaha "melindungi" penggunaan doping, perasaan terhadap itu semua ya datar saja, nggak lebih berdampak daripada mendengar beritanya yang memang terungkap belum lama itu. I'm not quite sure why, tetapi gw lihat film ini jadi bimbang antara mau dibikin drama atau komedi satir atau thriller, pun kalau memang mau semuanya hasilnya kurang terpadu dengan asyik.

Sayang sih, padahal materinya sangat potensial. Performa akting pemainnya juga bagus-bagus walau belum stand-out juga. Pengadeganan balap sepedanya sangat menarik. Belum lagi detail-detail tentang dunia olah raga sepeda profesional yang diungkap cukup banyak. Bahan-bahannya lengkap dan punya kualitas, cuma hasilnya nggak rasa apa-apa.





My score: 6/10

1 komentar:

  1. Mas Reino, boleh tukeran link? Blog address mas sudah kami taruh di mumovi.com/friends/ ya. Thanks

    BalasHapus