Rabu, 20 Januari 2016

[Movie] The Big Short (2015)


The Big Short
(2015 - Paramount)

Directed by Adam McKay
Screenplay by Charles Randolph, Adam McKay
Based on the book by Michael Lewis
Produced by Brad Pitt, Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Arnon Milchan
Cast: Christian Bale, Steve Carell, Ryan Gosling, Finn Wittrock, John Magaro, Brad Pitt, Hamish Linklater, Rafe Spall, Jeremy Strong, Marisa Tomei, Melissa Leo


Mungkin masih banyak orang belum mengerti dengan jelas apa sebenarnya penyebab krisis ekonomi yang melumpuhkan Amerika Serikat di tahun 2008. Padahal, dampaknya sangat besar: harga rumah jatuh, banyak perusahaan bangkrut, PHK besar-besaran, dan berbagai dampak lain yang mengikutinya. Lewat film The Big Short, sineas Adam McKay mencoba mengajak penontonnya menyelami sedikit lebih dalam tentang krisis ini dengan kemasan komedi. Sesuatu yang mungkin menuntut kreativitas tinggi untuk dieksekusi, tetapi itulah yang harus dibuktikan di film ini.

The Big Short membahas krisis dari sisi yang mungkin jarang diketahui orang, karena memang sedikit sekali yang mengalami. Ini dimulai dari pengamatan seorang manajer keuangan, Dr. Michael Burry (Christian Bale), yang memproyeksikan kejatuhan ekonomi di AS akibat kredit macet di bidang real estat. Ia pun memberanikan diri menanamkan investasi baru di beberapa bank, berupa investasi yang nilainya akan tinggi saat terjadinya krisis. Dikatakan berani karena nyaris semua orang menganggap itu spekulasi yang sangat liar dan konyol, bagi mereka ekonomi akan baik-baik saja.

Namun, proyeksi Michael itu juga menyita perhatian segelintir orang di tempat terpisah. Langkah Michael kemudian diikuti oleh Mark Baum (Steve Carell) dan timnya, serta sepasang pendiri usaha investasi pemula, Charlie Geller (John Magaro) dan Jamie Shipley (Finn Wittrock). Seiring berjalannya waktu, berbagai tantangan harus mereka hadapi karena situasi perekonomian masih terus stabil, artinya nilai investasi yang mereka telah tanam terus menurun. Namun, fakta di lapangan tak bisa ditutupi, bahwa perekonomian AS sedang menuju jurang kejatuhan.

McKay sebagai sutradara—dan ikut menulis skenarionya bersama Charles Randolph, jelas tahu betul bahwa pembahasan di film ini akan membingungkan banyak orang. Hal ini juga dinyatakan secara lugas dalam filmnya, bahwa para pelaku ekonomi selama ini memang sengaja membuat segala sesuatu terkesan rumit supaya orang lain menurut saja apa kata mereka. Mungkin dari sinilah ide untuk menyampaikan film ini dalam bentuk komedi muncul, karena ditemukan ada banyak kekonyolan di balik semua peristiwa ini.

McKay dan timnya juga tampak sadar betul bahwa penonton tak akan bisa mengikuti penuturan ceritanya tanpa memahami materi yang dibahas. Oleh karena itu, film ini mengambil langkah yang masih dalam koridor kemasan komedi: menjelaskannya langsung kepada penonton dalam adegan-adegan yang menginterupsi dan tidak ada kaitan dengan ceritanya.

Ini biasa disebut dengan istilah breaking the fourth wall, mengabaikan batas antara dunia dalam film dengan penonton. Sebuah teknik yang sudah sering digunakan, sebut saja dalam film yang sama-sama berlatar ekonomi, The Wolf of Wall Street (2013). Adapun The Big Short menggunakan cara ini untuk menjelaskan situasi dan istilah-istilah ekonomi layaknya sebuah presentasi visual.

Hal ini banyak dilakukan oleh tokoh Jared Vennett (Ryan Gosling) sebagai narator film ini, tetapi Jared juga meminta bantuan dari wajah-wajah terkenal, seperti Margot Robbie dan Selena Gomez, untuk menjelaskan tentang istilah-istilah rumit seperti hipotek berisiko, swap, obligasi, dan sebagainya. Mungkin penjelasan ini juga tak dapat seluruhnya dipahami, tapi setidaknya bisa membuat gambaran kasar yang dapat jadi pegangan saat kembali mengikuti ceritanya.

Di luar itu, film ini menjalankan fungsinya untuk menuturkan kembali sebab musabab terjadinya krisis dengan rapi. Bagian cerita Mark jadi yang paling sering digunakan untuk fungsi ini, karena dia dan timnya digambarkan melakukan penelitian lapangan—bahkan sampai ke klub tari telanjang. Dari sini bisa diketahui bahwa krisis terjadi karena banyak transaksi ekonomi dilakukan dengan gegabah, seperti meluluskan kredit rumah dengan syarat terlalu longgar, sampai adanya kongkalikong di Wall Street untuk mengondisikan seolah segala sesuatu berjalan stabil supaya harga saham tetap naik.

Sebenarnya apa yang dibahas di sini bisa dikatakan bukan hal yang patut ditertawakan. Namun, ketika dilihat kembali detik-detik yang direkam dalam film ini, ada tawa pahit yang muncul. Sebab, kita sudah tahu bahwa apa yang tokoh-tokoh ini anggap tak akan terjadi justru terjadi.

Menjadi lucu ketika semua orang menganggap bahwa investasi dengan jaminan rumah tak akan turun. Lucu ketika tokoh-tokoh di dalam film ini menertawakan Michael yang menanamkan uang ratusan juta dolar demi hal yang menurut mereka mustahil terjadi. Lucu bahwa saat itu, semua orang menganggap segala hal akan baik-baik saja sambil tertawa lepas dan menghambur-hamburkan uang yang baru akan mereka dapat.

Di tengah kekonyolan situasi yang dihadirkan, film ini tetap berhasil menyampaikan sebuah isu serius. Tawa yang timbul tidak menutupi beratnya situasi yang harus dihadapi saat itu. Ada dilema moral saat tokoh-tokoh "jagoan" di sini membawa misi untuk memperingatkan semua orang akan apa yang sedang dan akan terjadi, tapi ketika tujuan mereka tercapai, itu sama dengan meraup keuntungan di atas penderitaan orang lain. Dengan demikian, dapat dikatakan film ini berhasil menggugah emosi, baik dari sisi cerah maupun sisi gelapnya.

Namun, berkat kemasannya yang konyol, sedikit absurd, dan mengundang tawa, The Big Short masih dapat dinikmati sebagai sajian yang cukup menghibur. Kalaupun istilah perekonomian dianggap menganggu kenyamanan dalam mengikuti jalan cerita, setidaknya tindak-tanduk eksentrik dan dialog jenaka para karakternya—yang dimainkan dengan sangat apik oleh deretan pemerannya, bisa tetap mengundang perhatian.

Kepedulian terhadap karakter menjadi satu lagi unsur penting yang berhasil dibangun di film ini, sehingga alur film ini pun dibawakan dengan lancar dan cukup nyaman diikuti hingga akhir. Walau mungkin pemahaman terhadap istilah dan mekanisme sistem ekonominya tetap tidak selalu mudah diserap seutuhnya.




My score: 7,5/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar