Kamis, 29 Oktober 2015

[Movie] Pan (2015)


Pan
(2015 - Warner Bros.)

Directed by Joe Wright
Written by Jason Fuchs
Based on the characters introduced by J.M. Barrie
Produced by Greg Berlanti, Sarah Schechter, Paul Webster
Cast: Levi Miller, Hugh Jackman, Garrett Hedlunc, Rooney Mara, Adeel Akhtar, Nonso Anozie, Kathy Burke, Amanda Seyfried, Cara Delevingne, Na Tae-joo, Lewis MacDougall


Jadi kalo nggak salah, hak cipta untuk kisah Peter Pan udah lewat 100 tahun sehingga udah jadi public domain alias bisa dipakai oleh siapa aja tanpa perlu sistem royalti, kalau nggak salah lho ya. Lalu Warner Bros. memanfaatkan ini dengan membuat kisah baru asal muasal Peter Pan yang berjudul Pan. Agak ngaco sih idenya, tapi dengan masuknya sutradara keren Joe Wright (Atonement, Anna Karenina) gw cukup menantikan bagaimana jadinya film ini. Maksud gue, bagaimana jadinya Wright yang sangat British dan gayanya yang nyeni-tapi-lincah bila dikasih kerjaan film Hollywood penuh visual effects dengan bujet di atas 100 juta dolar.

Karena ini origin story yang dibuat dari awal, gw nggak terlalu masalah dengan posisi film ini dalam timeline kisah Peter Pan. Mau dia bikin Peter sama Hook ternyata temenan, atau bikin metafora Neverland adalah tanah Amerika dengan praktik kolonialisme yang timbulkan perang antara pihak industrial dengan penduduk asli, ya terserah mereka. Gw bahkan sangat welcome dengan cerita seperti itu, kreatif tapi nggak terlalu ngasal. Dan, ternyata di bawah garapan Wright, gw sih masih enjoy dengan ceritanya. 

Film ini sebenarnya anak-anak banget, dengan batas baik dan jahat dibuat obvious sejak awal, dan porsi fantasi dan keajaiban yang akan lebih mudah diserap anak-anak atau yang masih memelihara excitement kekanak-kanakannya dalam hati *tsaaah*. Buat gw kelincahan Wright dalam bertutur berfungsi baik di sini. Filmnya nggak neko-neko, nggak diberat-beratin, ada bobot cerita (yah lumayanlah) tapi tetap dibuat ringan. Dan, semua disajikan dengan kreativitas visual yang sangat-sangat menarik--bahkan sangat-sangat cuantik, dan humornya juga nggak murahan. Pokoknya dari awal film ini udah kerasa exciting, sebagaimana film-film Wright yang pernah gw tonton, eh dimasukkan pula unsur semi-musical yang menambah ke-"ajaib"-an film ini dan turut berkontribusi untuk excitement itu.

Tapi, sayangnya, itu cuma terjadi di paruh awal. Somehow, ketika udah masuk deep into the story, laju-nya agak kendor dan lama-lama jadi generik layaknya film Hollywood yang mau sampe-mana-pun-ceritanya-yang-penting-heboh. Pengungkapan ceritanya jadi nggak ada yang menarik lagi, selain berbagai referensi teradap kisah Peter Pan aslinya. Luckily, setiap babak film ini menampilkan konsep visual dan warna yang berbeda, nggak berulang, dan nggak kalah cakep dari babak-babak sebelumnya, sehingga gw sih masih bisa betah menyaksikan film ini sampai habis. 

Well, dengan laju penuturan yang kurang konsisten itu, Pan memang seperti banyak "diselamatkan" oleh unsur-unsur pendukungnya. Baik desain visual kerennya--art direction, kostum, makeup, efek visual, animasi, dari para pemain yang oke-oke khususnya si Levi Miller yang jadi Peter (setidaknya terlihat mereka nggak males-malesan main film ini), maupun tata musik yang asyik banget. And that's okay for me. Sekalipun ceritanya agak tertatih, selama gw bisa sudah bisa larut dalam dunia fantasinya, gw udah cukup senang. 




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar