Minggu, 25 Oktober 2015

[Movie] Assassination Classroom (2015)


暗殺教室 (Ansastu Kyoushitsu)
Assassination Classroom
(2015 - Toho/Robot Communications)

Directed by Eiichirou Hasumi
Screenplay by Tatsuya Kanazawa
Based in the comics by Yusei Matsui
Produced by Juichi Uehara
Cast: Kazunari Ninomiya, Kippei Shiina, Ryousuke Yamada, Masaki Suda, Kang Ji-young, Masanobu Takashima, Maika Yamamoto, Seika Taketomi, Mio Yuki, Kanna Hashimoto, Seishiro Kato


Gotta trust the Japanese to make stories with the weirdest premises. Assassination Classroom ini katanya lagi hits di dunia per-manga-dan-anime-an sampai-sampai dibuatkan film live action-nya tahun ini. Awal bulan ini gw berkesempatan nonton film ini dan...well, geleng-geleng aja sama konsep ceritanya. 

Jadi, ada sesosok alien yang telah menunjukkan kekuatannya dengan menghancurkan bulan sehingga bentuknya sabit permanen (hahaha). Si alien sekarang ada di bumi dan menawarkan diri untuk dibunuh oleh siapa saja di bumi yang bisa. Soalnya, kalau nggak dibunuh, dia harus menghancurkan bumi pada tanggal yang telah ditentukan. Masalahnya, saking saktinya, persenjataan yang sekarang ada di bumi belum ada yang berhasil membunuh dia, sementara senjata nuklir berkekuatan besar terlalu berisiko bagi orang bumi sendiri. Sembari menunggu ada yang berhasil, dia mengajukan diri jadi guru wali kelas SMP di sebuah kelas yang isinya anak-anak pecundang. Oh, murid-muridnya juga diberi tugas untuk berusaha mencari cara membunuh alien yang sekarang dipanggil Koro-sensei itu.

Bikin film live action dari komik terkenal sekarang jadi keniscayaan di Jepang sejak beberapa tahun belakangan nggak sedikit judul-judul yang sukses di box office sana. Gw sebagai (mantan) pengikut manga dan anime merasa nggak ada yang salah dengan kecenderungan itu, cuma it always come down on how the material is treated, dan nggak semua materi cerita manga dan anime dengan segala kekhasannya itu bisa cocok dijadikan film live action. Assassination Classroom, untungnya, adalah contoh yang lumayan cocok atau "dibikin" cocok. Pembuat film ini kayak sadar betul betapa anehnya konsep cerita aslinya, sehingga mengambil langkah termudah tapi tepat: bikin filmnya jadi black comedy absurd sekalian.

Ada dua poin dari film ini yang menurut gw cukup admirable. Pertama adalah bahwa film ini "nggak serius-serius amat" dalam merancang adegan dan karakternya. Absurditas antara kehidupan para murid SMP (yang tentu saja demi kepentingan film wajah-wajahnya lebih tua dari seharusnya) yang diajar oleh guru alien, digabungkan dengan misi utama mencari cara membunuh gurunya, sampai menganggapnya itu kegiatan rutin kayak ngerjain PR. Mulai dari murid robot yang menembaki si alien tapi pelajaran terus berlanjut, sampai seorang murid yang memohon dengan sangat sopan untuk meracuni gurunya. Humornya kinda works buat gw. Kedua, film ini serius banget dalam bikin CGI si Koro-sensei, yang bentuknya berwarna kuning terang bertentakel dan kepala kayak Mr. Smiley. Dibilang bagus banget mungkin belum tapi yang pasti si sensei tampak sangat tangible dengan sekitarnya sekalipun dia (kayaknya sih) dibuat sangat komikal.

Di luar itu, gw sebenarnya belum menemukan keistimewaan berarti dari film ini. Cara film ini untuk bikin ada konflik besar yang sebenarnya bukan utama supaya kesannya cerita film ini utuh, hasilnya agak maksa (karena filmnya *sigh* dibagi jadi dua part). Masuknya tokoh-tokoh antagonis di sini harusnya jadi benang merah tapi jatuhnya kayak nggak penting aja, karena gw telanjur ngeh bahwa plot inti film ini adalah apakah murid-murid ini akan berhasil membunuh gurunya. Ini memang sesuatu yang ongoing dan kelihatan sekali tidak akan selesai di film bagian pertama ini (dan biasanya sih karena di komiknya juga belum muncul konklusinya). Bagian Koro-sensei dan murid-muridnya yang mulai muncul kedekatan emosional juga kurang dibangun dengan kuat.

Tapi, gw tetap menghargai bahwa film ini nggak keliru memperlakukan ceritanya. Nggak sok serius, nggak sok pintar, walau juga nggak main-main dalam penggarapannya, dan yang penting gets the whole joke of the story. Gw bisa ngerti the big idea, beberapa kali gw bisa dibikin tertawa dengan humor absurdnya (walau nggak sampai ngakak), dan konsep visualnya juga ada effort-lah. Belum benar-benar nendang secara cerita apalagi emosi, tapi ya nggak jelek juga. Minimal menghiburlah, walau mungkin baru akan benar-benar kena ke mereka yang sudah terbiasa dengan jejepangan, manga, dan anime.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar