Senin, 10 Agustus 2015

[Movie] Catatan Akhir Kuliah (2015)


Catatan Akhir Kuliah
(2015 - Darihati Films)

Directed by Jay Sukmo
Screenplay by Johansyah Jumberan, Jay Sukmo
Based on the book by Sam Maulana
Produced by Johansyah Jumberan, Dedy Syah
Cast: Muhadkly Acho, Ajun Perwira, Abdur Arsyad, Anjani Dina, Elyzia Mulachela, Niken Ayu, Natasha Chairani, Aida Nurmala, Andovi Da Lopez, Rangga Moela, Budi Doremi


Catatan Akhir Kuliah mungkin terkesan "mencuri" judul dari film Indonesia yang lebih dahulu terkenal, Catatan Akhir Sekolah (2005). Namun, kedua film ini bentuknya sama sekali berbeda. Bagian "akhir" dari masa kuliah yang dimaksud di film Catatan Akhir Kuliah ternyata punya bentang waktu yang tidak pasti. Soalnya, film ini mengisahkan perjuangan seorang mahasiwa IPB (Institut Pertanian Bogor) yang tak lulus-lulus.

Mahasiswa itu adalah Sam Maulana (Muhadkly Acho), yang menuntut ilmu di Fakultas Ekologi Manusia (FAM). Di awal film penonton diperkenalkan pada Sam yang proposal topik skripsinya—sebagai langkah awal menuju lulus dan raih gelar sarjana—selalu ditolak oleh dosen pembimbingnya (Aida Nurmala).

Ia jelas frustrasi, sebab ia pernah membuat perjanjian sejak tahun pertama dengan dua sahabatnya Sobari (Ajun Perwira) dan Ajeb (Abdur Arsyad) untuk wisuda bersama-sama, sementara progres skripsi kedua sahabatnya itu sudah lebih maju. Tak hanya itu, penolakan ini juga menambah serangkaian penolakan yang dialaminya selama kuliah.

Dua penolakan yang paling diingat adalah dari seorang mahasiswi sekelasnya bernama Wibi (Elyzia Mulachela), yang hanya mau menganggapnya teman. Kemudian dari mahasiswi jurusan lain, Anisa alias Kodok (Anjani Dina). Hubungan Sam dan Kodok memiliki porsi yang lebih banyak dalam cerita film ini, terlebih karena usaha yang cukup besar yang dilakukan Sam untuk bisa mendekati mahasiswi yang selalu berpakaian hijau itu, mulai dari memberi kado rahasia, sampai membuat proyek bersama di kampus. Dan, Kodok pula yang jadi salah satu penyebab Sam gagal termotivasi lulus lebih cepat.

Dilihat dari segi manapun, Catatan Akhir Kuliah adalah sebuah film yang memang tidak punya nilai bombastis. Ini adalah sebuah kisah yang sebenarnya biasa dan sangat dekat dengan keseharian. Tapi, itulah yang kemudian dijadikan daya tarik utamanya. Film ini berangkat dari buku memoar Sam Maulana (di kehidupan nyata) yang berisi tentang pengalaman-pengalamannya saat jadi mahasiswa IPB yang telat lulus. Ketika diadaptasi menjadi film, tentu akan terlalu berlebihan bila menganggap semua yang ditampilkan di layar adalah persis dengan kenyataan yang dialami Sam. Tetapi, hal yang secara benar dilakukan sutradara Jay Sukmo dan timnya adalah menggambarkan kehidupan mahasiswa dengan cukup otentik dalam film ini.

Bisa dibilang Catatan Akhir Kuliah dengan baik mengintegrasikan tokoh-tokoh dan ceritanya dalam kehidupan perkuliahan yang riil. Bukan cuma persoalan tugas-tugas dan tahapan-tahapan kuliah—khususnya secara spesifik di IPB, serta pergaulan mahasiswa dan mahasiswinya, tetapi juga ditampilkannya hal-hal minor seperti keakraban para mahasiswa dengan tukang fotokopi atau pengelola warung, sehingga kesan riil pun muncul. Tidak ada penggambaran para mahasiswa yang berdiri di pinggir lorong atau berjalan sambil membaca buku, seperti sering ditampilkan secara keliru oleh film-film atau sinetron Indonesia berlatar kampus.

Menyaksikan film ini ibarat mendengarkan curhatan menarik dari seorang teman, sesuatu yang sederhana, ringan, tetapi menyenangkan karena dekat dengan keseharian—kesan yang sesuai juga dengan deretan musik dan lagu-lagu pop akustik yang dibawakan Budi Doremi yang mengiringinya. Film ini pun juga cukup sukses memasukkan sisi komedinya, terutama dari interaksi Sam dengan Sobari dan Ajeb, yang lagi-lagi terlihat khas mahasiswa pada umumnya. Mungkin tidak seluruhnya lucu, tapi setidaknya tak berlebihan.

Namun, di sisi lain, sisi fun dari film ini sebenarnya hanya bertahan di paruh awal saja. Ketika tiba saatnya Sam membuat keputusan tentang skripsi dan juga perasaannya dengan Kodok, semuanya jadi serba sendu dan "galau", dan memakan durasi yang cukup panjang. Mungkin diniatkan sebagai dinamika dalam cerita, dan kaitannya juga cukup logis, namun penyampaiannya tidak seimbang dengan corak film ini di awal yang ringan dan santai. Cukup mengherankan ketika di bagian awal terdapat adegan fantasi Sam tentang kelas Harry Potter (yang sebenarnya juga kurang berfungsi untuk ceritanya), tetapi di bagian lain seolah-olah film ini ingin jadi "dalam" dan terlalu serius. Padahal, untuk mencapai itu bukan berarti harus benar-benar menghilangkan unsur komedi dan fun-nya.

Keputusan film ini untuk membuat porsi khusus untuk kalimat-kalimat motivasi Mario Teguh (sekalipun konon sesuai dengan pengalaman Sam aslinya), serta kesimpulan dalam bentuk tulisan di bagian akhir, juga terkesan dipaksakan supaya film ini punya "kata-kata bermuatan moralitas" yang jelas dan bisa dikutip langsung. Seakan kurang percaya diri bahwa cerita yang dituturkan sepanjang film sudah memuat message dari pembuat filmnya.

Tapi sekali lagi, upayanya untuk menyajikan kehidupan mahasiswa dengan lebih otentik patut dihargai. Upaya para pemerannya dalam mewakili karakter masing-masing juga masih cukup bisa diterima, meskipun agak janggal melihat Muhadkly yang seorang stand up comedian tampak lebih luwes berakting daripada Ajun Perwira yang punya jam terbang lebih tinggi. Namun, secara keseluruhan, Catatan Akhir Kuliah bolehlah menjadi sajian yang cukup bisa dinikmati dengan santai, sambil mengingat-ingat masa perkuliahan bagi mereka yang sedang menjalani maupun para mantan mahasiswa.



My score: 6,5/10

Tulisan ini pertama kali diterbitkan di Muvila.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar