Minggu, 07 Juni 2015

[Movie] Tomorrowland (2015)


Tomorrowland
(2015 - Disney)

Directed by Brad Bird
Screenplay by Damon Lindelof, Brad Bird
Story by Damon Lindelof, Brad Bird, Jeff Jensen
Produced by Jeffrey Chernov, Brad Bird, Damon Lindelof
Cast: George Clooney, Britt Robertson, Hugh Laurie, Raffey Cassidy, Tim McGraw, Kathryn Hahn, Keegan-Michael Key, Thomas Robinson, Matthew MacCaull, Pierce Gagnon.


Film Tomorrowland sejak awal bikin orang-orang gemets gara-gara promosinya yang serba misterius, bahkan trailer dan sinopsisnya tidak membantu sama sekali. Padahal ini film berlabel Disney yang biasanya ringan dan fun dan mudah dicerna untuk seluruh keluarga. Tomorrowland sendiri ternyata tetaplah sebuah "film Disney" yang secanggih-canggihnya action dan adventure-nya tetap berorientasi keluarga, tapi benar juga bahwa film ini memang dirancang bermisterius-misterius ria layaknya karya-karya sang penulis, Damon Lindelof (serial Lost, Prometheus). 

Setelah menonton, pertama-tama gw akui gw intrigued sama konsep dan ide yang mau disampaikan. Film ini soal bagaimana usaha manusia mewujudkan mimpinya tentang masa depan lebih baik, tapi selalu dihalangi oleh sifat lain manusia yang senang merusak, dan rusaklah pula mimpi itu. Lalu para pemimpi dan inventor itu bikin Tomorrowland, sebuah kota di dimensi lain yang sudah lebih maju dari dunia "kita" sekarang karena tidak ditunggangi kepentingan politik dan kotornya motivasi manusia. Lalu ada pula ketika sekarang banyak yang "menakut-nakuti" soal masa depan suram manusia--termasuk film-film post-apocalytic, tapi ada satu orang yang tetap optimis ingin mengubahnya jadi lebih baik. Big ideas yang cukup tersampaikan dengan baik di film ini.

Plot filmnya sendiri sebenarnya sesederhana seorang anak remaja (yang tampak tua =p) "terpilih" untuk menemukan cara ke Tomorrowland sekalipun tidak tahu juga alasan dia harus ke sana. Untuk itu dia harus dibantu gadis kecil yang sebenarnya bukan gadis dan tidak kecil (?) dan seorang oom-oom yang ternyata pernah ke Tomorrowland tapi diusir balik lagi ke bumi, karena seindah-indahnya mimpi saat ia kecil, semuanya runtuh ketika ia "melihat dunia" dan kenal apa itu kepahitan dan kekecewaan. But still, alasan kenapa mereka harus ke sana dan berbuat apa tetap mengganggu gw. Well, karena ternyata itulah misteri yang baru terungkap di bagian akhir filmnya.

Anyway, all I'm trying to say is, gw kurang paham benar maksud dan tujuan keseluruhan film ini, hahaha. Kayak ada berbagai lapisan dalam ceritanya, tapi yang gw tangkap cuma dikit. Untungnya itu sudah termasuk love story-nya yang nggak wajar awkward berasa baca manga karya CLAMP. Tapi, kayaknya gw nggak bisa menangkapnya secara menyeluruh. Mungkin intinya ada satu pihak yang ingin biarlah manusia mencapai kehancurannya karena salah sendiri sementara yang lainnya membangun sesuatu yang baru, dan ada pihak lain yang ingin mencegah itu demi kebaikan bersama. Kayaknya sih, tapi nggak tahu juga deh itu memang begitu atau enggak. Bahkan ending film ini gw masih ragu apakah perkiraan gw bener bahwa itu memang maksudnya begitu *menghindari spoiler* *halah*. Ada perasaan mengganjal ketika menyerap apa yang gw tonton. Film ini seperti kagok antara pengen fun atau pengen absurd. Mungkin ada baiknya ini bukan jadi film Disney, karena agak sulit dicerna maksudnya. Tapi ya mau gimana lagi, judulnya aja diambil dari wahana Disneyland. 

Tapi, sebagai sebuah tontonan, gw nggak ragu mengatakan bahwa Tomorrowland ini menghibur. Gaya penyutradaraan Brad Bird yang nggak banyak omong itu tetap menyenangkan untuk dilihat (mungkin pengaruh doi tadinya sutradara animasi macam The Incredibles dan Ratatouille yang banyak pakai bahasa gambar), action-nya pun ditata oke--absurd tapi oke kok, dan visualisasi kota Tomorrowland-nya menimbulkan decak kagum, bikin gw bener-bener berharap dunia masa depan bisa seperti itu. Gambar-gambarnya cakep dipandang, gw sendiri nonton di IMAX dan filmnya cocok dalam format itu. So overall, walau nggak seratus persen puas, gw masih merasa nonton Tomorrowland itu worth my money, dan nilai-nilai yang mau disampaikan juga relevan dan bisa gw terima. Sebuah cara yang aneh (but somewhat cutting edge) untuk menyebarkan harapan dan optimisme, tapi anggap saja gw lebih suka memberi makan serigala yang baik, sehingga gw mau serap yang baik-baik saja dari film ini.

Ciailah.




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar