Sabtu, 04 April 2015

[Movie] Run All Night (2015)


Run All Night
(2015 - Warner Bros.)

Directed by Jaume Collet-Serra
Written by Brad Ingelsby
Produced by Roy Lee, Michael Tadross, Brooklyn Weaver
Cast: Liam Neeson, Ed Harris, Joel Kinnaman, Vincent D'Onofrio, Common, Nick Nolte, Bruce McGill, Genesis Rodriguez, Boyd Holbrook, Holt McCallany, Aubrey Joseph


Pekerjaan gw sekarang ini di media punya perk yang amat sangat lumayan, yaitu bisa nonton film-film sebelum rilis di bioskop. Hanya saja, itu juga berarti gw harus nonton film yang gw sebenarnya nggak pengen nonton. Run All Night ini salah satu yang demikian. I have nothing against Liam Neeson whatsoever, dia aktor yang bagus dan keren, tetapi melihat dia kicking ass di Star Wars Episode 1 dan Batman Begins dan Taken rasanya sudah cukup buat gw. Sekarang saking seringnya dia maen di film action kriminal yang mengekploitasi kekerenannya di usia tua, film-film itu jadinya kayak nggak punya tawaran lebih lagi, sama aja semua.

Run All Night pun jadinya sama. Sebenarnya film ini punya beberapa tawaran selain orang-orang saling membunuh. Ada unsur tentang keluarga dan persahabatan yang diciderai, sehingga terpaksa diselesaikan dengan senjata, ya karena keluarga dan persahabatan itu terjadi di sebuah lingkungan mafia di New York. Gw bisa lihat bahwa film ini punya potensi sebagai film drama yang cukup kuat dengan adegan action sebagai bumbu yang menggigit. 

Tapi hasilnya, film ini hanya berkonsentrasi di bagian action, sedang sisanya ya seadanya saja. Padahal, deretan aktornya itu keren-keren, cuma somehow filmnya tidak menohok emosi sebagaimana seharusnya, performa mereka jadi kayak mubazir. Naskah film ini sudah mengarah ke sebuah drama yang emosional dan mungkin depresif, yang bisa menghasilkan film yang punya depth ketimbang tembak-tembakan dan kejar-kejaran semata. Tapi, ya gitu, ternyata pada akhirnya film ini nggak disajikan dengan baik sehingga potensi kedalaman rasa itu alpa *aih, 'alpa'*. Sebaliknya, dengan judul yang terdengar sangat cemen, cerita tersebut bikin film ini jadinya terlalu serius untuk sebuah action tembak-tembakan dan kejar-kejaran, kagak ada fun-nya sama sekali. Action-nya juga nggak epic-epic amat. Untuk sebuah film tentang dunia kekerasan, rasanya kurang nonjok aja. Palingan yang paling boleh adalah adegan bertarung di kamar apartemen terbakar. Itu keren sih. 

Tapi sisanya, yah, nggak meninggalkan impresi yang baik buat gw. Mau berbobot ternyata enggak, mau mengasyikkan juga enggak. Yang tersisa hanya potensi, baik dari cerita dan pemain, yang disia-siakan. Eh tapi bahwa film ini disyut pake film seluloid lumayan bikin gimana gitu, itu sih nilai lebihnya.




My score: 5,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar