Minggu, 12 April 2015

[Movie] Kidnapping Freddy Heineken (2015)


Kidnapping Freddy Heineken
a.k.a. Kidnapping Mr. Heineken
(2015 - Informant/Global Film Partners/Embankment Films)

Directed by Daniel Alfredson
Screenplay by William Brookfield
Based on the book "The Kidnapping of Alfred Heineken" by Peter R. de Vries
Produced by Judy Cairo, Howard Meltzer, Michael A. Simpson
Cast: Jim Sturgess, Sam Worthington, Ryan Kwanten, Mark van Eeuwen, Anthony Hopkins, Jemima West, Thomas Cocquerel, David Dencik


Gw tahu pasti ada beberapa orang yang males ketika tahu film berlatar dan bertokoh di negara Belanda ini jadi berbahasa Inggris—karena produksi patungan Eropa untuk konsumsi internasional. Tapi ada juga orang yang nggak peduli. Sementara gw sih antara peduli nggak peduli, asalkan konsisten aja. Nggak kayak 99 Cahaya apalah itu. Anyway, all I’m saying is, bahasa bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah di film Kidnapping Freddy Heineken ini...karena masalahnya ada di bidang lain =P. 

Sesuai judulnya, film ini berkaitan dengan penculikan seorang pendiri perusahaan bir terkenal yang logonya dicontek bir Bintang. Ini emang bener kejadian, dicatat sebagai penculikan dengan tuntutan tebusan terbesar saat itu, apalagi sosok yang diculik cukup high profile (plus sopirnya). Film ini sendiri mencoba rekonstruksi penculikan dari sisi pelakunya, mulai dari latar belakang, motivasi, eksekusi, hingga yang terjadi setelahnya. Cerita ini sangat-sangat menarik, deretan pemainnya juga sebenarnya menarik, apalagi ada Anthony Hopkins yang dijamin akan tetap oke sekalipun tampil santai sesantai bikin Pop Mie. 

Tapi buat gw daya tariknya hanya berhenti di situ, karena sisanya kayak nggak bisa gw nikmati, khususnya dari segi penyampaian. Somehow, karena di dalamnya ada unsur heist dan action, film ini seakan berusaha keras agar filmnya bisa seseru film-film sejenis asal Hollywood. Sayangnya, itu diterjemahkan hanya dengan kamera gerak terlalu cepat dan editing tergesa-gesa, tanpa engagement. Gambarnya pun menurut gw nggak enak dilihat karena kebanyakan gelap dan dipasir-pasirin tapi artifisial. Emangnya krupuk goreng pasir.

Sayang sih, materi sebagus ini ternyata hasilnya kurang nendang dan bahkan kurang enjoyable. Ketika harusnya kita simpati sama karakternya pun nggak bisa, karena ngeliatnya aja udah nggak nyaman. Lihat muka datar Worthington dan muka nelangsa Sturgess lama-lama mbonsenin juga. Untunglah sebagai penyeimbang ada Hopkins dan si aktor Belanda, Mark van Eeuwen yang agak lebih baik. Ya begitulah. Setidaknya ada pengetahuan yang bisa gw dapet, orang Belanda ada yang susah juga ternyata =p.




My score: 5,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar