Minggu, 19 April 2015

[Movie] The Divergent Series: Insurgent (2015)


The Divergent Series: Insurgent
(2015 - Summit/Lionsgate)

Directed by Robert Schwentke
Screenplay by Brian Duffield, Akiva Goldsman, Mark Bomback
Based on the novel "Insurgent" by Veronica Roth
Produced by Douglas Wick, Lucy Fisher, Pouya Shahbazian
Cast: Shailene Woodley, Theo James, Ansel Elgort, Miles Teller, Kate Winslet, Jai Courtney, Mekhi Phifer, Zoë Kravitz, Naomi Watts, Octavia Spencer, Ray Stevenson, Daniel Dae Kim, Ashley Judd, Maggie Q, Janet McTeer, Keiynan Lonsdale, Suki Waterhouse, Jonny Weston


Walau sebenarnya seri Divergent itu bukan salah satu yang gw nanti-nantikan banget, ada semacam panggilan untuk tetap menonton film keduanya, Insurgent ini. Mungkin karena film pertamanya cukup menghibur dan menarik sekalipun ceritanya masih agak menye-menye. Gw pun sebenarnya masih agak bawahestimasi (berusaha cari padanan underestimate =p) bahwa Insurgent mungkin bakal lebih lame dari pendahulunya, maksud gw apa lagi yang mau diceritain? Etapi nggak tuh.

Insurgent adalah sebuah kelanjutan yang baik dari Divergent. Film pertama berhasil memikat gw dengan tatanan dunia masa depannya--tentang lima golongan utama, orang-orang di luar golongan, dan juga orang-orang yang mampu berada di semua golongan atau disebut Divergent. Modal itu rupanya tidak basi ketika gw menyaksikan Insurgent. Di seri kedua ini akhirnya memang lebih banyak berfokus pada action dan sci-fi-nya, termasuk dari tujuan utama membuka sebuah artefak tua tentang rahasia masa lalu dan masa depan kota Chicago masa depan itu yang bisa dibuka dengan melakukan ujian lima level ibarat video game virtual reality.

Itu juga berarti film ini mulai mengurangi romance gampangan dari seri pertama antara Tris (Shailene Woodley) dan Four (Theo James), dan lebih berkonsentrasi pada upaya mereka mengumpulkan sumber daya untuk melawan kelaliman kaum Erudite yang secara semena-mena menguasai pemeritahan setelah memperalat kaum Dauntless untuk menghabisi kaum Abnegation. Ada semacam kucing-kucingan, sekaligus petualangan melewati wilayah-wilayah kekuasaan tiap golongan demi menggalang kekuatan. Dan rupanya gambaran Chicago masa depan di seri ini bisa lebih dieksplor lagi di film yang kedua, termasuk the ghetto dari para factionless. Jadi tetap ada hal baru yang bisa dilihat.

Insurgent ini enak dinikmati karena visual yang oke (desain produksi maupun visual effects-nya) dan penuturan yang lajunya pas, ringkas, dan nggak susah dimengerti. Ditambah lagi bidang casting yang menarik. Bisa dibilang seri ini lebih rame dari film pertama, tapi nggak serta merta lebih gegabah. It's funny bahwa perubahan sutradara, arah cerita, dan perlakuan di sekuel Divergent ini nggak menimbulkan perasaan kehilangan seperti yang gw rasakan terjadi pada sekuel The Hunger Games dulu. Mungkin karena Divergent pertamam menurut gw nggak segitu bagusnya, sehingga ketika masuk ke film kedua yang ternyata agak lebih berwarna, gw enjoy aja (fyi, buat gw Catching Fire nggak bisa menyamai The Hunger Games dari segi tema dan drama yang lebih nohok).

Tapi mungkin buat gw yang bikin Insurgent tidak segitunya melebihi film pertamanya adalah orisinalitas ceritanya. Sama seperti Divergent, yang diutarakan di Insurgent itu been there done that lah, terutama kalau udah sering nonton sci-fi tentang utopia atau distopia dan sebagainya. Filmnya juga nggak menambah bobot emosional yang gimana gitu, sekalipun si Tris udah dikasih semacam rasa bersalah yang menghantuinya, rasa bersalah yang gw sendiri lupa gimana asal muasalnya hahaha. Cuma ya emang lebih seru sih, can't deny that. Jadi ceritanya itu gw anggap sebagai perekat aja buat adegan-adegan fantastisnya. 




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar