Minggu, 01 Maret 2015

[Movie] Kapan Kawin? (2015)


Kapan Kawin?
(2015 - Legacy Pictures)

Directed by Ody C. Harahap
Written by Monty Tiwa, Ody C. Harahap, Robert Ronny
Produced by Robert Ronny
Cast: Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Adi Kurdi, Ivanka Suwandi, Feby Febiola, Erwin Cortez, Firman Ferdiansyah, Ellis Alisha, Gogot Suryanto, Yayu Unru


Only a few years ago, gw nggak ngebayangin bahwa ketika tahun baru dimulai, akan muncul segera film-film Indonesia yang berpeluang jadi favorit sampai akhir tahun (well, a few years before that, I doubt I will have a favorite at all). Tahun ini, film komedi romantis Kapan Kawin? dengan mudah nyelip jadi salah satu kandidat terbaik tahun ini. Yes you read that right. Kapan ya terakhir gw suka sebuah film komedi romantis, khususnya dari Indonesia? Udah lupa saking udah lama (atau malah nggak ada), karena genrenya juga bukan favorit gw. Itu cuma sedikit gambaran bahwa Kapan Kawin? adalah sebuah film yang memang nggak bisa dipandang sebelah mata. Gw tahu, sekilas filmnya terlihat nggak penting dan terkesan shallow, tetapi percayalah, kesan itu kemudian menguap dengan cepat ketika film ini mulai menggelitik sensor tawa kita ketika menontonnya sejak detik terawal.

Memang tidak bisa disalahkan ada anggapan bahwa Kapan Kawin? ini seperti film-film numpang lewat produksi Starvision *eh*. Seorang perempuan in her 30s diminta ortunya untuk bawa pasangan/calon suami ke pertemuan keluarga, dan akhirnya menyewa seorang aktor untuk pura-pura jadi pacarnya. Premisnya menarik sih (yang dengan luar biasa bisa disimpulkan dari judulnya saja), tapi biasanya di film bioskop Indonesia era milenium, premis yang ringan itu digarapnya juga jadi terlalu ringan. 

Untungnya film ini nggak begitu. Di sini bukan hanya membahas seorang anak yang kelabakan terjebak pertanyaan kapan menikah, tetapi gw juga lihat bahwa ini tentang pihak orang tua dan anak yang saling khawatir pihak satu sama lain tidak bahagia, menurut standar mereka masing-masing tentu saja. Ini jelas sangat relevan sama masyarakat kita sekarang. Biar TV udah puluhan channel, handphone canggih, pendidikan tinggi, ladang pekerjaan makin beragam, tetap aja ukuran kebahagiaan sebagian besar orang, selain duit, adalah bekeluarga. Kesannya, yang nggak punya pasangan itu hidupnya menyedihkan dan kastanya paling rendah dan tidak pantas membuat keputusan dan tidak ada fungsinya di masyarakat *sabar pak, sabar*.

Menurut gw, Kapan Kawin? berhasil menyerap formula film komedi romantis yang sudah telah ada dan mengolahnya menjadi rasa lokal yang dewasa. Tone komedi film ini sudah ditentukan sejak adegan awal, bahwa memang film ini akan konyol dengan karakter-karakter yang konyol juga. Itu pun dipertahankan sampai akhir. Bahkan adegan yang terkesan dramatis pun masih bisa diselipkan kekonyolan tanpa harus jadi film "bermuka dua", film ini sekalipun tidak lupa bahwa ini komedi. Buat gw, di situlah salah satu letak keberhasilan film ini. Penyusunan dan penyampaian kelucuannya dalam timing yang baik. Di saat bersamaan, film ini nggak melupakan sisi perkembangan hubungan dua tokoh utamanya dan lapisan lain yang menghindarkannya jadi roman picisan. Situasi dan bahasannya tetap sederhana dan membumi, tetapi tetap bisa menimbulkan efek yang siginifikan secara emosi. Nggak terlalu tiba-tiba dan "sok dalem", tetapi juga nggak serba menggampangkan.

Tetapi, tentu saja kekuatan utama film ini terletak dari akting dan interaksi Reza Rahadian dan Adinia Wirasti, dua aktor muda (well, untuk ukuran perkotaan ya, mungkin di wilayah lain mereka udah kakek nenek =/) kelas berat yang bisa memberi value lebih sama film yang terkesan ringan banget ini. Gw sendiri sangat impressed sama akting konyol tapi cerdas dari Reza, yang kadang memasukkan unsur 'meta' tentang dunia keaktoran Indonesia. Kadang kita lupa bahwa aktor yang hebat adalah yang bisa babat semua genre, dan Reza sanggup melakukannya tanpa beban. I mean, gw lebih suka lihat Reza berakting komikal di film komedi ketimbang berakting serupa di film seperti Habibie & Ainun =p *haterz*. Hal yang sama juga dicapai Asti, yang membuktikan dedikasinya sebagai aktor dengan bisa fit in dengan sebuah film komedi (this is her first comedy, CMIIW) tanpa menanggalkan bobot aktingnya yang luwes.

Well, di sisi lain, segi akting juga jadi salah satu titik kelemahan film ini. Dari cerita dan karakterisasi udah oke (banget), tetapi kadang dari segi akting ensemble-nya kurang padu dan uneven. Reza, Asti, dan Adi Kurdi adalah highlight film ini, tetapi gw juga melihat akting Febiola dan yang jadi suaminya itu masih sangat sinetron, agak jomplang gitu deh jadinya. Dan, di bagian klimaks (if i can call it so) ada satu titik adegan yang dibuat dramatis tapi buat gw agak too much dan menyinetron--sialnya adegannya juga yang melibatkan kedua orang itu. Untungnya saja, adegan ini singkat, ditangkap dengan nggak lebay, dan minimal ada fungsi dalam ceritanya. In the end, nggak merusak cerita secara keseluruhan.

Kesimpulan mudahnya, film ini berhasil menghibur gw tanpa komplain berarti. Gw bisa tertawa lepas baik karena dialog, karakterisasi, akting, juga tata adegannya. Dari segi teknisnya pun gw sangat salut karena digarap dengan serius sekaligus terlihat menyenangkan hasilnya. Mulai dari sinematografi (suka banget adegan dayung "odong-odong" malem hari di Jogja), set artistik, kostum, dan sampai ke original song yang dibawakan Reza di film ini. Bener-bener menyegarkan untuk dilihat dan dinikmati. Gw senang bahwa film ini bisa mengajak penontonnya bersenang-senang ketimbang filmnya seneng-seneng merasa lucu sendiri. Plus, bisa tetap menyampaikan sisi romance dan family-nya dengan baik dan terpadu, dan yang penting bisa menyentuh.

But of course, salah satu yang bikin film ini tambah oke adalah pemakaian kota BEKASI sebagai salah satu lokasi syutingnya, hehehe. Sedikit penjelasan, hotel tempat tokohnya Asti adalah hotel betulan dan salah satu yang terkemuka di Bekasi--and yes, that's including the pool =p, ada juga satu shot perempatan Jl. Ahmad Yani dan Kalimalang di Bekasi (deket hotel itu juga), dan tentu saja adegan negosiasi harga sewa si aktor yang dilakukan di salah satu mal terdekat rumah gw. Wow, bisa bikin paket tur film di Bekasi nih gw =p.




My score: 8/10


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar