Minggu, 01 Februari 2015

[Movie] Hijab (2015)


Hijab
(2015 - Dapur Film Indonesia/Ampuh Entertainment/MVP Pictures)

Directed by Hanung Bramantyo
Written by Hanung Bramantyo, Rahabi Mandra
Produced by Hanung Bramantyo, Zaskia Adya Mecca, Haykal Kamil
Cast: Carissa Puteri, Zaskia Adya Mecca, Tika Bravani, Natasha Rizky, Nino Fernandez, Mike Lucock, Ananda Omesh, Dion Wiyoko, Meriam Bellina, Marini Soerjosoemarno, Ingrid Widjanarko, Epy Kusnandar


Film Hijab menurut gw adalah perayaan atas fenomena hijab dan fakta bahwa cara berpakaian bagi perempuan muslim ini telah masuk ranah mainstream. Bahkan gw yang bukan pemakai *wait, that sounds wrong* jadi ikut terekspos sama fenomena itu, thanks to timeline Facebook gw yang isinya kalo nggak jualan kain jilbab ya debat soal cara berhijab yang paling benar--walaupun kemudian ketutup sama isu vaksin vs no vaksin, ASI vs susu pabrikan, dan tentu saja Wowo vs Wiwi *ketauan deh pergaulan gw masuk usia berapa*.

Satu hal yang gw salut sama film Hijab ini adalah keberaniannya menjadikan tokoh-tokoh yang berhijab kelihatan seperti manusia. You know, walaupun gw nggak gaul-gaul amat, gw banyak teman yang berhijab dan hampir gak ada tuh yang sifat-sifatnya bak tokoh-tokoh nelangsa di FTV Indosiar. Film ini menurut gw cukup mewakili itu, bukan mewakili "harusnya seperti ini", tapi "ada yang seperti ini". Bahwa perempuan berhijab itu juga punya opini, kritis, bisa bercanda, bisa bergaul, even talk about ranjang--at least di kalangan sendiri. Kegelisahan yang dimiliki juga sama dengan orang-orang kebanyakan, karena di balik jilbab (which, I heard, is a title of a song =)) ada manusia juga. Lagipula, alasan mereka berhijab di film ini memang kesannya dikonyol-konyolin, tapi bahwa mereka kepikiran untuk pakai jilbab--bukan benda lain--dan tidak dilepas lagi, itu bisa jadi bentuk hidayah juga to? 

Anyway, di film ini kata "hijab"-nya lebih merujuk pada kata benda yang kemudian jadi alat untuk menggerakkan cerita, bukan inti ceritanya. Empat perempuan bersahabat, tiga di antaranya berhijab aneka ragam, dan mereka sepakat bikin usaha jualan barang-barang fashion hijab. Yang kemudian bergulir adalah cara mereka menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan usaha hijab ini, apalagi bertabrakan dengan pasangan-pasangan mereka masih punya ego tradisional tentang siapa yang berhak menafkahi keluarga *yaelah hare gene*.

Jujur aja, sebenarnya hijab di sini bisa diganti dengan apa aja. Bisa tentang usaha lain, barang lain, atau MLM. Pada akhirnya film ini lebih banyak menyinggung fenomena bisnis UKM, teknologi, gender, konvensi sosial, dan tentu saja problema rumah tangga dan hubungan pertemanan. Tapi gw nggak menyalahkan juga kalau yang diambil di sini adalah hijab, karena ya itu tadi, emang lagi hits. Dan karena Zaskia jualan line hijab bermerek Meccanism =D. Okay, itu mungkin agak memosisikan film ini pakai judul Hijab cuma buat gimmick jualan aja (dan juga gw curiga yang protes sama film ini adalah para toko kompetitor =P), tapi ya buat gw nggak masalah juga, karena pada akhirnya film ini lebih jualan cerita daripada jualan pakaian.

Untunglah, segalanya dibuat ringan di film ini. Bahwa sejak awal digadang-gadang bahwa film ini komedi, terbayar oleh hasil akhirnya. Ritmenya lincah, pengadeganannya pun cerdas dalam membangun kelucuan. Gw bisa sampai ngakak ketika adegan sambutan pembukaan butik, juga "ledekan" terhadap film-film nyeni yang diprotes di Indonesia tapi disukain sama orang Prancis XD. Sentilan di film ini cukup ngena tetapi dibawa fun, dan para pemainnya pun memainkannya dengan santai tanpa beban. Enak sekali mengikuti film ini.

Akan tetapi, sepertinya lagi-lagi gw belum bisa memberi skor "bagus" sama filmnya Hanung. Gw nggak suka sama penyelesaiannya yang...apa ya...kehabisan ide dalam penyampaiannya. Terlalu gampang dan verbal, agak kontras dengan depan-depannya yang menyasikkan. Itu sama persis kayak gw bikin naskah drama Natal yang di bagian akhirnya harus ada segmen pesan moral. For some people, mungkin itu diperlukan, tapi buat gw itu malah menurunkan keasyikan yang sudah dicapai film ini di bagian lain. Sayang.




My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar