Rabu, 31 Desember 2014

Year-End Note: My Top 10 Films of 2014

Dan, tentu saja, seri Year-End Note kali ini akan ditutup dengan 10 film top tahun ini versi gw. Berkali-kali gw sudah bilang dan akan gw bilang lagi sekarang, bahwa 10 film yang masuk not necessarily "terbaik", atau bahkan skornya tertinggi. Tetapi yang lebih penting adalah film-film yang paling memberikan kesan saat gw menontonnya, dan after-watch-nya (nyolong istilah after-taste =p) juga tetap berkesan yang positif. Pokoknya film-film yang paling mewakili dan bikin gw bakal inget terus sama tahun 2014 ini.


Sebagai pengingat, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, gw hanya memasukkan film-film yang beredar secara resmi di bioskop Indonesia sepanjang tahun 2014, dan tentu saja yang gw udah tonton *yaiyalah*....dan karena emang kebetulan gw makin jarang nonton film dalam format lain karena keterbatasan waktu *cedih*.

Now, ladies and gentlemen, silahkan simak senarai 10 film ter-he-eh tahun 2014 versi gw, dalam urutan mundur.




10. Captain America: The Winter Soldier
Anthony Russo & Joe Russso

Ini adalah pertama kalinya gw bisa bilang "wow, cool" sama film superhero Marvel. Bukan cuma ceritanya yang benar-benar punya pertaruhan besar dan pengaruh yang signifikan terhadap Marvel Cinematic Universe, tetapi juga penggarapannya yang tiba-tiba jadi sangat raw action yang seru, nggak lagi se-"kartun" film pertamanya.




9. Pendekar Tongkat Emas
Ifa Isfansyah

Gw cukup menanti-nantikan ada film sejenis ini di layar lebar. Film fantasi tapi khas Indonesia yang digarap dengan serius. Akan tetapi, Pendekar Tongkat Emas mungkin not quite yang gw harapkan, karena skala ceritanya terbilang kecil dan pendekatannya lebih ke drama macam Crouching Tiger Hidden Dragon-nya Ang Lee. Nevertheless, gw tetap impressed sama film ini karena cerita dan skenarionya yang menurut gw nyaris tanpa cela, dan di sisi lain berhasil mengemas dan men-deliver sebuah materi orisinal yang bikin gw want for more.




8. Edge of Tomorrow
Doug Liman

Dengan premis yang cukup exciting, film ini pun rupanya dikemas dengan exciting pula. Seru dan fun bisa jadi gambaran yang tepat untuk film sci-fi action ini. Dan cukup cerdas. Tidak mudah menuturkan kisah yang diulang-ulang tetapi punya perbedaan di setiap ulangannya, tapi film ini berhasil menuturkannya tanpa jadi menjemukan. Dan ngelihat Tom Cruise jadi orang geblek dan mati berkali-kali juga sebuah pengalaman menonton yang tak boleh dilewatkan =p.




7. Her
Spike Jonze

Satu kata: brilian. Gila banget bisa ngebangun sebuah ide "cinta terlarang" manusia dengan mesin, yang bahkan mesinnya pun nggak punya wujud. Jadi ibaratnya emang cinta karena soul-nya gitu. Aneh deh, tapi ya gw iya-iya aja sama film ini. Manifestasi cara mereka memadu kasih, juga penggambaran bahwa mereka seperti pasangan betulan yang melakukan kegiatan bersama-sama itu, bikin gw berdecak kagumlah. Itu belum lagi kalau ngomongin gaya visualnya yang cakep banget.




6. Interstellar
Christopher Nolan

So, Nolan masih membuat film-film canggih yang mancing penontonnya membahas apapun yang ada dalam filmnya--kali ini soal Gargantua dan relativitas waktu bahwa sepuluh tahun di satu tempat itu cuma satu jam di Bekasi tempat lain, "wujud" waktu, dsb. Tetapi, yang bikin film ini lebih berkesan lagi adalah porsi drama keluarganya yang tersaji sama baiknya dengan sisi sci-fi-nya. Tetep seru, tapi sekaligus menyentuh juga.




5. The Book of Life
Jorge R. Gutierrez

Gw jatuh cintring banget deh sama desain visual film ini. Penuh detail dan warna-warni yang bikin filmnya meriah. Untunglah, segi visual itu diimbangi dengan penggarapan cerita yang sangat atraktif, penuh humor yang beneran lucu, juga nilai-nilai yang gw baru tahu banget, yaitu spirit perayaan Day of the Dead. Bahwa film ini ternyata musikal dengan lagu-lagu modern di-Latin-kan ternyata didn't hurt either.




4. The Raid 2: Berandal
Gareth Evans

Well, minimal di seri kedua ini ada ceritanya. Yang gak gw sangka adalah ternyata ceritanya itu berskala besar, menjadikan film ini sebuah film epic kriminal ala Indonesia, yang untungnya dituturkan dengan rapi. Adegan action-nya yang seru banget dong, tetapi nilai tambahnya adalah jeda antar adegan action-nya diisi dengan hal-hal yang tetap ada bobotnya. Dan gw nggak perlu jelasin lagi production value-nya yang gila dan nyaris gak dapat percaya itu dikerjakan oleh kru Indonesia. Cool abeiss lah.




3. Guardians of the Galaxy
James Gunn

Film ini termasuk anomali. Gw emang nggak kasih skor tinggi, tetapi film ini nyatanya punya durability dalam benak gw, sehingga gw dengan senang hati menempatkannya di posisi ini. Terlepas beberapa kekurangannya, ini tetaplah salah satu film paling menghibur dan paling fun yang gw tonton tahun ini. Karakternya, desain visualnya, soundtrack-nya, segala ke-dudul-annya tuh bikin kangen pengen nonton lagi dan lagi. Kalau buat gw film ini memang deserve to be big.




2. The Lego Movie
Phil Lord & Christopher Miller

Kayaknya gw banyak mengujarkan kata "brilian" dalam postingan ini. Kata itu juga bakal gw sematkan pada The Lego Movie. Serius, saking briliannya ini film gw sampe ngikik dan ngakak terus saat menontonnya. Gw kira ini cuma film buat jualan mainan, ternyata film ini mengemas visualnya dengan "segala sesuatu terbuat dari Lego" dengan brilian, plus mengusung nilai-nilai yang cukup thoughtful perihal perbedaan pola pikir manusia dalam menghadapi segala sesuatu. Tapi, buat gw yang bikin film ini pecah adalah timing humornya yang, hands down, jagoan! Bahwa "bagus", "menghibur", dan "kreatif" ternyata bisa disatukan dalam sebuah film yang sekilas konyol. Brilian.










1. Cahaya dari Timur: Beta Maluku
Angga Dwimas Sasongko

To tell you the truth, gw agak terkejut bahwa banyak pihak yang menyukai film ini selain gw. Soalnya, biasanya film Indonesia yang gw suka nggak terlalu "laku" di scope yang lebih besar (inget film Rayya Cahaya di Atas Cahaya yang jadi nomor satu gw di tahun 2012). Eh, untuk yang kali ini, Cahaya dari Timur malah berulang kali dinobatkan sebagai film terbaik, mulai dari FFI, Piala Maya, sampai film pilihan majalah Tempo. Kalau ingin alasan yang lebih valid, silahkan cek ajang-ajang tersebut. Tetapi kalau alasan gw menempatkan film ini di posisi ini, ya karena buat gw tahun ini tidak ada pengalaman menonton sekomplet saat menonton film ini. Dimulai dengan sangat "jleb" tentang kerusuhan antarkelompok agama di awal, lalu di antaranya ada tawa, haru, tangis, excitement, kesal, dan segala macam rasa. Bukan cuma jual kisah nyata zero to hero inspiratif dan pemandangan eksotis dan melodrama dan kritik sosial yang semata. Ada kesungguhan dalam penggarapan film ini, baik dari caranya bercerita, menggarap adegan, berakting bahkan penempatan musiknya, dan itu terpancar saat melihat hasil akhirnya. Pokoknya bener-bener menyelusup masuk ke hati, sehingga bukan kagum lagi yang gw rasa terhadap film ini, tapi rasa sayang sayange =').
Review


Dan demikianlah Year-End Note untuk tahun 2014. Semoga bermanfaat, syukur-syukur kalau menghibur. Selamat sambut Tahun Baru!

2 komentar:

  1. Err, dari list di atas cuma baru nonton 4 film. Sisanya pada kelewat. Huaa.. Tapi setuju banget lah ama The Raid 2 dan GoTG..

    BalasHapus
    Balasan
    1. weits, banyak cara untuk catch-up, sila dicatat dan disimpan siapa tahu suatu saat ada kesempatan untuk nonton, hehe

      Hapus