Rabu, 22 Oktober 2014

[Movie] Remember When (2014)


Remember When
(2014 - Rapi Films)

Directed by Fajar Bustomi
Screenplay by Haqi Achmad
Based on the novel by Winna Effendi
Produced by Gope T. Samtani
Cast: Michelle Ziudith, Maxime Bouttier, Stella Cornelia, Miqdad Addausy, Bobby Samuel, Adjie Pangestu, Monica Oemardi, Syamsul Adnan


SMA. Cewek nerd kacamataan pacaran sama cowok nerd kacamataan yang kencannya adalah belajar bersama karena pengen lulus dan masuk kampus unggulan *ciee ceritanya kritik sistem pendidikan ni yee =p*. Cowok atlet pacaran sama cewek pesolek yang kencannya penuh becandaan. Somehow, mereka berempat sahabatan. Lalu lama kelamaan si cewek nerd lebih banyak barengan cowok atlet karena punya banyak kesamaan selera dan pengalaman. Awas, tikungan tajam...jam...jam...

You know what I'm going to say to film kayak ginian. Dan, ya, membaca dari judul dan tagline dan muka-muka belia pemain utamanya, udah bisa ketebaklah film ini kayak apaan. Ini film ringan buat lucu-lucuan sesaat dan tidak perlu kedalaman analisa dalam memaknainya. Kalau ada yang nyangka ini mirip sinetron atau FTV siang-siang, nggak bisa disalahin juga, toh materinya emang kayak gitu. Bedanya cuma di presentasi gambar dan nilai produksi yang agak lebih niat aja. Oh, seandainya tampilan sinetron dan FTV siang-siang kayak film ini, mungkin konotasi sinetron dan FTV siang-siang nggak akan sehina sekarang. Kameranya sekarang juga digital, sama-sama elektronik toh? *terlalu teknis*.

Tapi satu hal keberhasilan dari film ini yang gw tarik adalah bagaimana gw tidak membenci tokoh-tokoh yang harusnya berfungsi jadi penghalang cinta dua tokoh jagoannya. Bahkan mungkin ada kecenderungan penonton digiring agar mereka berempat tidak tukar pasangan sama sekali, karena biasanya film kayak gini akan tunjukkan bahwa si tokoh-tokoh "penganggu" ini memang nggaggu dan tak layak dipertahankan. Di film ini setidaknya perlakuannya beda.

Selebihnya, ya film ini berjalan sebagaimana yang diinginkan pangsa pasar film seperti ini. Terkadang gw sampe ingin memberi masukan agar film ini jadi lebih legit, misalnya, ketika salah satu pasangan ketahuan mulai melirik yang lain, kenapa tidak tawarkan seks? Atau girlfight jambak-jambakan? Memang kenapa? Takut nggak sesuai dengan perilaku anak SMA zaman sekarang? Seriously? O well, mungkin mereka memang pada dasarnya tokoh baik-baik jadi ya sudahlah.

Kembali lagi, mungkin saja masih ada yang luluh sama adegan nggak sadar pegangan tangan terus jadi awkwardly saling buang muka. Atau papasan terus kesenggol orang terus nggak sengaja pelukan. Atau sok-sok pakein jaket padahal Jakartapanasbung. Atau adegan ketika keempat tokohnya satu per satu tiba di satu tempat yang sama tanpa direncanakan saat keadaan lagi panas-panasnya. Begitu juga terhadap adegan orang disumbangin bekas pacar sahabatnya (yes, like "Nih pacar gw, ambillah dan makanlah. Yuk dadah babay.") setelah bertahun-tahun gak ketemu, dan diterima pula, dan langsung jadian pula, seakan hidup dia cuma bergantung sama itu. Mungkin, mungkin masih ada yang anggap semua itu sweet dan romantic.

Gw sih enggak.



My score: 5,5/10

5 komentar:

  1. Remember When ini nanggung. Padahal film perselingkuhan, tukar-tukar pasangan, tapi kok nggak ada adegan ohok-ohoknya. Kan jadi berasa hambarrrrr.... *dikeplak

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya harusnya panggil Nayato ya...eh dia kalo bikin juga selalu kentang sih =p

      Hapus
  2. film ini menghancurkan imajinasi gue tentang karakter karakter utamanya di novel (film ini adaptasi dari novel yang sama by the way) pertama kali ngeliat trailernya aja udah cukup breakdown karena aktor & aktrisnya keliatan masih amat sangat anak-anak. padahal di novel, 4 karakter ini digambarkan sebagai remaja yang bisa mengahadapi problem hidup tanpa lebay lebay abg, karena *ceritanya* mereka udah kelas 3 sma dan mau kuliah.

    by the way this is my first time to visit your blog. i came to see your What They Don´t Talk About When They Talk About Love review, and already bookmark you blog as my favorite <3

    BalasHapus
  3. film ini menghancurkan imajinasi gue tentang karakter karakter utamanya di novel (film ini adaptasi dari novel yang sama by the way) pertama kali ngeliat trailernya aja udah cukup breakdown karena aktor & aktrisnya keliatan masih amat sangat anak-anak. padahal di novel, 4 karakter ini digambarkan sebagai remaja yang bisa mengahadapi problem hidup tanpa lebay lebay abg, karena *ceritanya* mereka udah kelas 3 sma dan mau kuliah.

    by the way this is my first time to visit your blog. i came to see your What They Don´t Talk About When They Talk About Love review, and already bookmark you blog as my favorite <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, terima kasih sudah mampir, dan semoga sudi mampir terus ya, hehe.

      Hapus