Senin, 29 September 2014

[Movie] The Equalizer (2014)


The Equalizer
(2014 - Columbia)

Directed by Antoine Fuqua
Written by Richard Wenk
Based on the TV series created by Michael Sloan, Richard Lindheim
Produced by Todd Black, Jason Blumenthal, Denzel Washinton, Alex Siskin, Steve Tisch, Mace Neufeld, Tony Eldridge, Michael Sloan
Cast: Denzel Washington, Marton Csokas, Chloë Grace Moretz, David Harbour, Bill Pullman, Melissa Leo, Haley Bennett, Johnny Skourtis, David Meunier


Kata "equalizer" begitu familiar karena gw dulu sampe frustrasi nyari app pemutar musik yang ada fitur ini karena kebetulan belum ada app Walkman. Pas ada eh banyak iklannya bikin berat performa handphone. Apa hubungannya dengan film terbarunya Denzel Washington? Nggak ada. Cuma mau manjang-manjanging karangan aja.

Gw kenal sutradara Antoine Fuqua hanya dari dua filmnya saja: King Arthur sama Olympus Has Fallen. Keduanya punya adegan-adegan aksi yang seru, walaupun keseluruhan filmnya nggak bisa dibilang bagus banget. Nah, ketika ada The Equalizer yang dibikin Fuqua, ditambah ada poster Washington pegang pistol, harapannya filmnya action bingits dong. Well, no, it's not. The Equalizer adalah sebuah drama kriminal yang kebetulan punya adegan-adegan action yang violent...like two of them.

Gw rasa bakal banyak yang salah sangka kayak gw tadi, bahwa film ini mungkin tidaklah se-action kesan yang ditimbulkan dari promosinya. Film ini berjalan alon-alon dan cukup teliti, dengan penekanan pada sosok Robert McCall yang dimainkan Washington dengan oke. Tetapi, soal violence berdarah-darah, film ini boleh banget. Terlepas dari filmnya yang berasa (banget) lama, pada bagian yang butuh berdarah-darah, film ini nggak tanggung-tanggung. So that's a plus.

Sebenarnya kalau mau digambarkan, The Equalizer ini semacam kisah superhero, pun motivasi McCall dalam bertindak ya kayak superhero. Tergerak oleh seorang remaja putri (Chloë Grace Moretz) yang jadi korban pelacuran mafia Rusia, McCall jadi terpanggil untuk menggunakan kembali kemampuannya sebagai seorang assassin--yang selama ini dia simpan rapat-rapat--untuk menyelamatkan si cewek, sekaligus menumpas mafianya, sekaligus menumpas polisi korup yang terlibat sama mafianya, juga polisi pemeras usaha kecil, dan semua orang jahat yang dianggapnya mengganggu kehidupan lingkungannya. See? Superhero.

Di sisi lain, ada si Teddy (Marton Csokas) dari pihak mafia Rusia yang juga ditunjukkan suka bertindak kejam dan bisa dibilang punya kemampuan setara dengan McCall, cuma dia berada di pihak yang jahat aja. See? Superhero. Btw, gw suka sama adegan ketika McCall dan Teddy pertama kali face-off dengan sopan santun palsu yang luar biasa, sekaligus adu strategi. Just like a superhero movie. Cuma, ya itu, film ini tanpa ingar-bingar khas film superhero aja.

Tetapi, ada sensasi aneh ketika gw menonton film ini di menjelang akhir. Setelah diperkenalkan dengan McCall dan kemampuannya yang badass sekaligus keji sepanjang film, di klimaksnya gw justru takut sama apa yang McCall--yang notabene protagonis--akan lakukan pada musuh-musuhnya--yang notabene antagonis. Gw jelas berharap McCall menang, tapi sadis banget doi, man. Dan gw rasa itu yang membuat film ini punya sensasi berbeda dari film-film sejenis.

But then again, gw agak kaget bahwa film ini tidaklah seseru yang gw bayangkan, bahkan klimaksnya pun sepertinya kalah seru dari adegan "aksi perdana" McCall jauh sebelumnya, mungkin karena terlalu detil dan pacing-nya lambat itu--kaget karena kayaknya Fuqua di Arthur dan Olympus lebih seru daripada di film ini. Memang film ini secara cerita punya sebab akibat yang kuat, tapi tetep aja gw nggak bisa merasa menikmati film ini sebagai hiburan yang justru jadi tujuan film ini.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar