Senin, 05 Mei 2014

[Movie] Me & You vs the World (2014)


Me & You vs the World
(2014 - Rapi Films)

Directed by Fajar Nugros
Screenplay by Endik Koeswoyo
Based on the novel by Stanley Meulen
Produced by Gope T. Samtani
Cast: Rio Dewanto, Dhea Seto, Gofar Hilman, Ashilla Zahrantiara, Dera, Bucek Depp, Zoya Amirin, Manohara Odelia, Joe 'P Project', Ence Bagus, Piyu


Kisah percintaan cowok lebih tua dengan cewek usia sekolahan itu bisa aneh, lucu, manis, atau ngeri. Bisa juga semua sifat itu jadi satu sekaligus untuk kasus, misalnya, di Cardcaptor Sakura ada temennya Sakura yang namanya Rika yang masih KELAS 4 SD udah tunangan sama seorang GURUNYA (no one could beat CLAMP for making a taboo relationship arc in their mangas, ibu-ibu Jepang gila). Anyway, Me & You vs the World mengambil jalur romance untuk tema ini. Jadi ada mas-mas pegawai usia di atas 25 (Rio Dewanto) yang mulai menjalin persatuan dan kesatuan asmara dengan seorang anak cewek SMA (Dhea Seto) *nggak jelas kelas berapa*, dengan cara ngajak jalan bareng dan melakukan olah raga ekstrem seperti off-road, panjat tebing, dan lain-lainnya.

To make it more "sweet", dibikinlah si cewek ini belum pernah pacaran lantaran jadi siswi teladan kutu buku yang hobinya baca buku pelajaran dan kumpulan soal sekalipun sedang jalan-jalan--walaupun kepintaran dan logika berpikirnya ternyata harus ditaklukkan oleh internet lemot, you know, udah ngambil kesimpulan "arung jeram itu berbahaya" dari sebuah video YouTube yang mandeg ditengah karena buffering. I mean, remaja pinter melek internet harusnya tahu dong buffering itu apa. Anyway, kedekatannya dengan mas-mas yang (tampak) perhatian sama dia membuatnya perlahan berubah, pelajaran terganggu, jadi sering bolos dan sebagainya. Padahal si mas-masnya juga ada hidden agenda.

Tetapi ingat bahwa ini film sweet romance (bukan sweet dance ya, itu mah merek baju senam), "hidden agenda"-nya yang nggak seliar yang ada di pikiran-pikiran kalian hai para pembaca. Gw bongkar aja di sini, motifnya adalah supaya biar bisa tahu pikiran dan keinginan remaja zaman sekarang, buat diterapkan pada proyek outbound perusahaan tempat kerja si mas-mas. Sementara he could just make a goddamn questionaire. Yaudahlah.

Tentu saja, lama-lama yang tadinya cuma "proyek" jadi ada hati beneran, lalu kehalang lagi sama perbedaan usia, and so forth. Atau bisa dibilang, err...FTV stuff? Ya, kalau menurut gw sih gitu. Film ini adalah bentuk fancier dari FTV, atau malah menurut gw semua FTV seharusnya punya production value seperti film ini, nggak ngasal tapi nggak wah juga. What I'm implying, gw mungkin nggak rela nonton "beginian" di bioskop. Soal syuting di India? Well, mungkin itu bagian paling cantik dari film ini, sisanya not so much. Humornya pun nggak ada yang bener-bener kena sama gw, jatuhnya garing-garing tapi nggak-enak-sama-yang-bikin-kalo-nggak-ketawa gitu deh.

Ngomong-ngomong, kerjaannya si mas-masnya tuh sebenarnya apa ya?



My score: 5,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar