Selasa, 15 April 2014

[Movie] The Monuments Men (2014)


The Monuments Men
(2014 - Columbia/20th Century Fox)

Directed by George Clooney
Screenplay by George Clooney, Grant Heslov
Based on the book "The Monuments Men: Allied Heroes, Nazi Thieves and the Greatest Treasure Hunt in History" by Robert M. Edsel with Bret Witter
Produced by Grant Heslov, George Clooney
Cast: George Clooney, Matt Damon, Bill Murray, John Goodman, Jean Dujardin, Bob Balaban, Hugh Bonneville, Dimitri Leonidas, Cate Blanchett


The Monuments Men, menurut gw, punya keberjarakan yang lumayan besar untuk penonton film di Indonesia pada umumnya *atau gwnya aja yang seenaknya nuduh-nuduh*. Paling yang bikin menarik adalah cast-nya, ada George Clooney, Cate Blanchett, dan yang paling muda Matt Damon--makanya di poster versi kita doi ditaruh paling depan, juga ini jadi film Hollywood pertama aktor Prancis Jean Dujardin. Tetapi, sisanya film ini seperti distant sekali. Pertama, pemainnya udah pada toku. Kedua, meski berlatar perang dunia II, film ini nggak ada adegan perang. Dan ketiga, gw merasa penduduk Indonesia tidak dididik untuk mendalami sejarah seni, boro-boro mencintai seni. Padahal, film ini pada intinya adalah sekelompok orang yang hendak merebut kembali karya seni bernilai penting yang dicuri oleh Nazi Jerman untuk mengisi rencana museum terbesar di dunia milik Hitler di kota tempat ia dibesarkan, Linz, Austria--that's right, kids, Hitler itu lahir dan besar di Austria.

I mean, seriously, gw yakin akan banyak yang bertanya-tanya apa pentingnya menyelamatkan karya-karya seni di tengah kecamuk perang--bagian ini juga untungnya dipertanyakan juga sama film ini. Saking banyaknya karya seni yang harus diselamatkan, gw sendiri hampir buta dengan nilai dari karya-karya seni itu, yang sampai-sampai Nazi aja pengen nyolong instead of menjarahnya. Di sini gw kayak kehilangan tentang kultur orang sana (kala itu, termasuk anggota Nazi) yang seneng sama karya seni sampe segitunya. Gw tahunya mahakarya seni Eropa cuma karya-karya Da Vinci, Michelangelo, Rafael, yah yang muncul di komik seri tokoh dunia terbitan Elex gitu =p. Gw gak kenal Donatello selain dari kura-kura ninja. Ya kalaulah nambah gw juga pernah denger Van Gogh, Picasso, Monet....and that's it. Dalam film ini, cuma dua nama yang gw kenal yang muncul: Michelangelo dan Rafael. Lainnya ada Rodin (nggak kenal), dan Van Eyck yang bikin lukisan di altar katedral Ghent, Belgia (nggak terlalu kenal, tapi turis Jepang sering minta ke situ *memori kerjaan lama*).

Yang gw lihat dari film ini adalah usaha menunjukkan kecintaan dari para pelakunya terhadap apa yang mereka lakukan. Based on a true story--tapi nama dan karakterisasinya difiksikan--film ini berkisah tentang sekelompok orang (mostly dari Amerika) yang udah kelewat "kadaluarsa" untuk ikut langsung ke medan perang, tetapi diberi kesempatan untuk mengabdi dengan cara yang unik. Mungkin tidak serba heroik, tetapi tidak tak bermanfaat. Secara konsep, film ini bisa jadi adventure sekaligus heist, seperti Ocean's Eleven atau mungkin Inglourious Basterds bagiannya si Brad Pitt doang. Sayangnya, nggak cuma pemainnya yang tampak uzur, pacing film ini pun ya kayak gitu. Set-up-nya slow, pembawaannya sampe akhir pun slow. Mungkin memang menggambarkan kenyataan misi mereka yang tidak serba bak-bik-buk, tapi ya masak nggak bisa dibikin lebih exciting lagi sih? Or should I blame the mellow music score?

Untungnya, film ini punya humor yang cukup menyegarkan dalam deretan dialognya. Nggak lucu-lucu amat, tapi setidaknya menyegarkan, nggak garinglah. Udah sih gitu aja. Mungkin kalau gw punya kecintaan yang lebih terhadap karya seni rupa (Eropa) yang bersejarah, film ini bisa punya nilai lebih di mata gw. Mungkin.




My score: 6/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar