Minggu, 12 Januari 2014

[Movie] The Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)


The Hobbit: The Desolation of Smaug
(2013 - New Line Cinema/Warner Bros.)

Directed by Peter Jackson
Screenplay by Fran Walsh, Philippa Boyens, Peter Jackson, Guillermo del Toro
Based on the novel "The Hobbit" by J.R.R. Tolkien
Produced by Carolynne Cunningham, Zane Weiner, Fran Walsh, Peter Jackson
Cast: Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Benedict Cumberbatch, Luke Evans, Ken Stott, James Nesbitt, Lee Pace, Evangeline Lilly, Orlando Bloom, Stephen Fry


Honestly, gw nyaris nggak tau mau komentar apalagi terhadap trilogi The Hobbit selain "yaelah, mas, perlu banget ya dipanjang-panjangin?". Gw cukup menikmati film pertamanya, An Unexpected Journey yang berdurasi 2 jam 45 menit itu, karena lumayan banyak humornya. Kemudian kita ditawarkan gempuran banyak sekali tokoh, baik itu tokoh baru maupun "lama" (dari The Lord of the Rings) di bagian keduanya, The Desolation of Smaug. Entah mungkin ini gw aja, perasaan bahwa film kedua ini pastinya bukan awal dan bukan akhir--jadi pasti nggak ada penjelasan awal dan pasti nggak akan tuntas di akhir, membuat gw agak males untuk menggerakkan badan menonton film ini. Apalagi pas liat durasinya juga TETEUP 2 jam 40-an menit. Ya ampun, mas Pete, mas Pete...Tetapi memang seenggaknya pada bagian kedua ini perjalanan tokoh-tokoh kita emang berjalan maju, dan nyaris sampai pada tujuan awal mereka. Nyaris. 

The Desolation of Smaug melanjutkan petualangan seorang hobbit (manusia yang badannya kayak anak kecil terus) sekaligus pencuri ulung bernama Bilbo Baggins (Martin Freeman) yang menemani rombongan penyihir Gandalf the Grey (Ian McKellen) dan 14 orang dwarves (kurcaci) untuk merebut hak mereka atas kerajaan di Lonely Mountain, yang diserang dan dikuasai oleh seekor naga serakah, Smaug (Benedict Cumberbatch). Perjalanan mereka tak mudah, selain karena Peter Jackson nggak mau filmnya selesai dalam satu episode =.=, juga karena sang pemimpin kaum dwarves, Thorin (Richard Armitage) diincar oleh ras monster orc bernama Azog (Manu Bennett), atas suruhan sosok misterius yang dikenal dengan nama The Necromancer. Hingga suatu ketika di tengah perjalanan mereka yang nyaris sampai di tujuan, Gandalf memutuskan untuk memisahkan diri dari rombongan untuk menyelidiki tentang si Necromancer, sementara Bilbo, Thorin dkk meneruskan perjalanan sampai ke tujuan. Tetapi, sampai di tempat tujuan bukan berarti masalah selesai.

Dari segi positifnya, The Desolation of Smaug adalah kesempatan bagi para pecinta seri The Lord of the Rings menjelajahi dunia Middle-Earth dari sisi berbeda, ketika segala hal masih lebih sederhana dan tidak terlalu penuh polemik. Kita bisa lihat manusia serigala, hutan penuh laba-laba raksasa, kota manusia di atas air yang mirip suku Bajo, sampai kerajaan elf (makhluk abadi seperti peri) di tengah hutan yang jadi tempat asal pendekar elf idola di The Lord of the Rings, Legolas (Orlando Bloom). Sisi nggak enaknya, justru hal-hal tersebut memperlambat jalan ceritanya, terutama karena ada adegan-adegan laga yang, seru sih, tapi dipanjang-panjangin. Contohnya, waktu Bilbo dan para dwarves kabur dari kerajaan elf hutan pake jerigen di sungai, seakan-akan adegannya nggak boleh selesai sampe tertumpah darah dari orc paling terakhir. Capek.

Tetapi harus gw akui, Peter Jackson masih sanggup menata segala sesuatu jadi enak dipandang dengan segala desain dan efek visualnya, dan ceritanya lumayan mudah (tapi belum tentu enak) diikuti meskipun kayaknya jadi less humorous. Terkadang kecenderungan Jackson menampilkan hal nyerempet grotesque horror muncul lebih sering dari An Unexpected Journey, tetapi ya cukup serulah. Bagian penghujungnya pun ditata cukup oke sekalipun gw sadar itu bukan bagian yang klimaks banget--kan ada film ketiga, duh. Beberapa penambahan unsur cerita mungkin emang terasa bikin ribet, dan some of them nggak penting sama sekali, tetapi jika penambahan itu berwujud Evangeline Lilly sih gw nggak masalah =). Oh, how I wish it stayed as a 2-part film aja kali. Gw nggak sampai menikmati film ini sebagaimana film pertamanya, tapi setidaknya theme song "I See Fire" dari Ed Sheeran sanggup jadi penutup yang nampol.




My score: 6,5/10

2 komentar:

  1. LoL pendekar eLf idoLa
    Adegan BiLbo ketemu Smaug juga kaya'nya terLaLu dipanjang-panjangin deh.. Tapi overaLL sih ga se-bikin ngantuk An Unexpected Journey

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gw sih nggak mau bilang ini lebih bagus dari yang pertama, karena gw kesel harusnya bisa jadi dua film, bahkan satu film, malah dibikin tiga film berdurasi 3 jam *misuh2*

      Hapus