Kamis, 29 September 2011

[Album] Tokyo Incidents - Daihakken



東京事変 - 大発見
Tokyo Incidents (Tokyo Jihen) - Daihakken (DISCOVERY)
(2011 - Virgin Music/EMI Music Japan)

Tracklist:
1. 天国へようこそ For The Disc (Tengoku e Youkoso For The Disc / Where's Heaven For The Disc)
2. 絶対値対相対値 (Zettaichi tai Soutaichi / Relative vs. Absolute)
3. 新しい文明開化 (Atarashii Bunmei-kaika / Brand New Civilization)
4. 電気のない都市 (Denki no Nai Toshi / City Without Electricity)
5. 海底に巣くう男 (Kaitei ni Sukuu Otoko / Regardez Moi)
6. 禁じられた遊び (Kinjirareta Asobi / Jeus Interdits)
7. ドーパミント! BPM103 (Dopa-Mint! BPM103)
8. 恐るべき大人達 (Osorubeki Otonatachi / Les Adultes Terribles)
9. 21世紀宇宙の子 (Nijuuisseiki Uchuu no Ko / Child Of The 21st Century Universe)
10.かつては男と女 (Katsute wa Otoko to Onna / Un Homme Et Une Femme)
11. 空が鳴っている (Sora ga Natteiru / Reverberation)
12. 風に肖って行け (Kaze ni Ayakatte Yuke / Go With The Wind)
13. 女の子は誰でも (Onna no Ko wa Daredemo / Fly Me To Heaven)
14. 天国へようこそFor The Tube (Tengoku e Youkoso For The Tube / Where's Heaven For The Tube)


Ada yang berbeda dari album ke-5 dari Tokyo Incidents ini. Pertama, dari susunan penulisan track-track-nya yang tidak lagi "berbentuk simetris" seperti keempat album sebelumnya. Sebagai gantinya, semua judul terdiri dari 7 karakter (termasuk tanda baca dan spasi), kecuali embel-embel tambahan di judul track 1 dan  14 serta track 7 #o# *pusing liat kanji penuh amat*. Kedua dan yang paling krusial adalah, setelah menelurkan 4 album yang keren-keren, akhirnya mereka sukses menunjukkan sisi lain dari Tokyo Incidents, yaitu mereka bisa juga bikin album yang membosankan. Padahal baru setahun yang lalu (album Sports) gw memuja-muji kemampuan 5 musisi ber-skill sedeng ini dalam menghasilkan karya yang tak berulang dan selalu exciting. Yah, kesempurnaan bukan milik manusia memang #eaa. Mungkin Daihakken adalah fase ketika Tokyo Incidents agak kurang energi (sekadar klarifikasi, ya, gw udah dengar album ini lebih dari 4 kali, sebagaimana saran dari gw sendiri perihal tata cara "mendengarkan Tokyo Incidents" =P).

Secara setelan sih musik mereka tidak ada yang berubah, rock-jazz-pop. Sesungguhnya album ini dibuka dengan meyakinkan oleh track "Tengoku e Youkoso (Where's Heaven) For The Disc" yang memasukkan unsur digital dan beat ala padang pasir (maksudnya ke-Arab-Arab-an gitu). Namun beberapa track selanjutnya kebanyakan yang gw dengar hanyalah sengauan terseret (mungkin maunya lebih lembut tapi jadinya terdengar malas) dari Shiina Ringo dan bunyi-bunyian musik yang nggak terlalu baru sehingga tidak lagi muncul excitement yang biasanya ada setiap gw denger albumnya Tokyo Incidents. Aneh sih tetep aneh, tapi kali ini "aneh"-nya kurang nikmat. Album ini seperti "nggak enak badan", nggak cihuy, bahkan untuk lagu kenceng sekalipun (contoh paling kentara adalah track "Zettaichi tai Soutaichi (Relative vs. Absolute)", "Kaitei ni Sukuu Otoko (Regardez Moi)", "Kinjirareta Asobi (Jeus Interdits)" dan single "Sora ga Natteiru (Reverberation)"), dan keberadaan 14 butir lagu turut mendukung godaan untuk bilang "kapan selesainya ini?".

Kesannnya afgan banget ya gw (maksudnya sadis *eaa* *bahasa transaksi facebook* *cek inbox sizt*), namun itu mungkin sebentuk keprihatinan gw terhadap materi yang ditawarkan Tokyo Incidents kali ini. Sesungguhnya album ini nggak jelek-jelek amat, secara kualitas sama sekali tidak terjun bebas, cuma karena ini "Tokyo Incidents gitu loh" jadi jatuhnya agak mengecewakan kalau gw nggak sampe bilang "anjrit keren banget" sambil nyengir geleng-geleng. Masih ada lah beberapa track yang gw nikmati bahkan gw suka sekali. "Denki no Nai Toshi (City Without Electricity)" adalah ballad yang keren dan langsung nempel di kuping gw, begitu juga "tribut" mereka terhadap musikal Hollywood di lagu "Onna no Ko wa Daredemo (Fly Me To Heaven)" yang megah dan mengasyikan berkat dukungan jazz orchestra kumplit. "Dopa-Mint" yang juga menyentuh jazz tradisional, serta "Osorubeki Otonatachi (Les Adultes Terribles)" yang  groovy menjadi lagu-lagu favorit gw selanjutnya. Sisanya, gw rasa  agak maksa aja, terutama di paruh akhir album ini. Nuansa musik-musik-nya memang pernah muncul dalam karya-karya sebelumnya (sangat menyayangkan lagu "21-seiki Uchuu no Ko (Child Of The 21st Century Universe)" yang terlalu mirip single "Senkou Shoujo (Put Your Camera Down)" di album Sports, sekuelnya nih ceritanya?), tetapi pengulangan bukanlah masalah utamanya, melainkan itu tadi, seperti kurang energi, kurang segar, kurang nendang, kurang gila. Bisa saja, mungkin nih, mereka ingin mencoba membuat musik yang lebih kalem. Well, sorry, hasilnya lebih ke malas daripada kalem.

Ya okelah nggak papa, Tokyo Incidents buat gw tetap artis/band hebat. Mereka sudah bikin 4 album yang rata-rata sama bagusnya, dan baru "rada kecape'an" di album ke-5, itu tetap sebuah prestasi—kan banyak tuh yang baru album ke-3 bahkan ke-2 udah loyo. Gw tetap menunggu karya mereka selanjutnya yang gw harapkan akan bangkit lagi energinya. Daihakken tidak jelek secara struktur, namun tersirat kelunglaian dalam proses kreatifnya *apa seh*. Lagu-lagunya sebagian tidak istimewa, dan gw lumayan agak menyalahkan vokal Shiina Ringo yang mayoritas, yaoloh, semangat dikit kek mbak, lemes amat. Meski demikian, rangkaian, or should I say "tabrakan" lantunan instrumen gitar-bass-keys-drum-nya masih bisa diapresiasi, sayangnya kata-kata "anjrit keren banget" itu hanya berlaku pada beberapa track dan tidak pada album secara keseluruhan. It's really not bad, but definitely their worst work. Hanya berkesan pada beberapa track, malah kesan yang lebih kuat adalah ini album Tokyo Incidents paling boring jika dijajarkan dengan diskografi hebat mereka.



My score: 6,5/10


東京事変 / Tokyo Incidents

Previews (from YouTube)




Sora ga Natteiru  (Reverberation)


Onna no Ko wa Daredemo (Fly Me To Heaven)


Atarashii Bunmei-kaika (Brand New Civilization)


Tengoku e Youkoso For The Tube (Where's Heaven For The Tube) (live)


Dopa-Mint! BPM103 (audio)


Denki no Nai Toshi (City Without Electricity) (audio)


Osorubeki Otonatachi (Les Adultes Terribles)

2 komentar:

  1. benar...

    Paruh kedua album ini setelah Osorubeki Otonatachi (Trek favorit gw) bikin capek..
    Onna noko sayang sekali tidak dimainkan TJ tapi oleh Tokyo Big Band Magical. Di-arrange oleh Takayuki Hattori... (Makanya banyak yang protes kenaa lagu ini dimasukkan Dai-Hakken)..
    Sekarang cuman nunggu semoga performance mereka pas tur bisa mengobati kekecewaan..
    Hehe..
    Nais ripiu gan

    BalasHapus
  2. @RA168E, terima kasih =)
    Soal Onna no ko, sebenarnya mungkin mereka ikut main, masih kedengeran instrumen yg mereka mainkan (piano, bass, gitar), cuman mungkin begitu padu sama orkesnya jadi hampir gak "keliatan". Tapi saya suka lagu itu =)

    BalasHapus