Selasa, 10 Mei 2011

[Movie] The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford (2007)


The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford
(2007 - Warner Bros.)

Written for the screen and Directed by Andrew Dominik
Based on the novel by Ron Hansen
Produced by Ridley Scott, Jules Daly, Brad Pitt, Dede Gardner, David Valdes
Cast: Brad Pitt, Casey Affleck, Sam Rockwell, Mary-Louise Parker, Jeremy Renner, Sam Shepard, Paul Schneider, Garret Dillahunt, Michael Parks, Zooey Deschanel, Hugh Ross (narrator)


Berbarengan sama The Hangover, gw menonton The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford ini (selanjutnya akan gw refer sebagai "film ini" aja =P) karena tergoda sama DVDnya yg lagi diskon, nggak ada niat khusus untuk menontonnnya, yah demi memperbanyak perbendahraan film aja sih. Lagian film ini tampaknya cukup menjanjikan, ada bapak Brad Pitt sebagai bintang utama, juga oom Ridley Scott sebagai produsernya, terus mendapat tanggapan yang mayoritas postif baik dari kritikus maupun teman2 blogger (terutama si inisial A dari tanah B yg suka banget film ini, #nomention =D). Ditambah lagi film ini mengantongi sepasang nominasi Oscar 2008 yaitu best supporting actor untuk adeknya bang Ben, Casey Affleck, dan best cinematography untuk opa Roger Deakins. Well, sebagaimana tulisan gw tentang sinematografer beberapa waktu lalu, nama Roger Deakins sebenarnya sudah cukup buat jaminan sebuah film layak tonton, tak terkecuali film ini =).

Film ini adalah salah satu film yang judulnya sangat menggambarkan sekali isi filmnya, no spoiler here =D. Ya, film ini tentang sebuah kejadian pembunuhan seseorang bernama Jesse James (Brad Pitt) oleh seseorang bernama Robert Ford (Casey Affleck). Siapa itu Jesse James (bukan mantannya Sandra Bullock ya)? Siapa pula itu Robert Ford? Film ini membeberkannya dengan cukup murah hati bagi gw yang nggak tau apa2 soal peristiwa sejarah yang benar2 terjadi pada akhir abad ke-19 di Amerika ini—ceritanya jaman koboi nich. Jadi gampangnya si Jesse James ini kayak Si Pitung-nya orang sonoh, ia seorang buronan kriminal—perampok dan pembunuh juga—yang terkenal banget sampe2 jadi legenda yang malah mencitrakannya bak pahlawan rakyat. Robert "Bob" Ford adalah salah satu yang sangat mengidolakan Jesse. Kesempatan untuk mendekati sang idola pun terbuka lebar ketika Jesse James yang komplotannya tinggal sang kakak seorang, Frank (Sam Shepard) hendak melakukan perampokan terakhir sebelum mereka pensiun—setelah semua anggota komplotannya yang asli entah mati atau tertangkap semua. Bob ngintilin sang kakak, Charley (Sam Rockwell) yang direkrut untuk perampokan kereta api bareng James bersaudara. Sukses dengan aksi itu, mungkin karena menangkap sinyal "penyembahan" dari Bob, Jesse pun mengajaknya untuk tinggal di rumahnya bareng istri (Mary-Louise Parker) dan anak2, buat bantu2 kali ye. Bob pun berkesempatan lebih dekat, bahkan sangat dekat dengan Jesse dan kehidupan yang dijalaninya, hingga pada satu saat Bob terpancing oleh Jesse yang seakan merendahkannya sampai2 berinisiatif untuk menjadi mata2 bagi pihak berwajib untuk menyerahkan Jesse...tapi seperti diindikasikan judulnya, bukanlah demikian yang terjadi.

Meski berlatar "western", film ini jauh dari yang namanya aksi kejar2an dan tembak2an. Film ini menyusuri waktu2 terakhir Jesse James sebelum mati dibunuh pada usia 34 tahun, serta juga kehidupan Bob Ford yang memang berwatak "istimewa" ini. Film ini dengan perlahan dan nyaris mulus menunjukkan 2 hal itu. Jesse James terlihat bingung dan depresi pasca pensiun dari dunia kriminal (sekalian nomaden untuk bersembunyi), dan mungkin juga takut bahwa dari orang2 yang pernah jadi komplotannya bisa saja bersekongkol untuk berkhianat dan menyerahkan dirinya, apalagi bagi barangsiapa yang menyerahkan Jesse ke penegak hukum akan mendapat hadiah uang yang sangat besar. Bob Ford terlihat sebagai seorang ababil yang butuh pengakuan, ingin menunjukkan bahwa dia berani dan mampu diandalkan meski tampilan luarnya terlihat canggung dan diremehkan. Di saat yang sama terlihat pula ada pergumulan di dalam batin Bob antara kekagumannya yang besar kepada Jesse sang legenda dengan apa yang dia lihat dan terima dari sosok Jesse aslinya.

Jadi kenapa Bob membunuh Jesse? Apa karena kecintaannya amat sangat itu telah berubah jadi benci yang amat sangat? Atau justru karena tidak ingin merusak citra idolanya yang sudah tidak sehebat dan seheroik yang ia tau saking sudah terobsesinya, sehingga nyawanya harus segera diakhiri? Atau malah karena dengan itu ia ingin menjadi sehebat, bahkan lebih hebat dari Jesse? Bob memang jadi terkenal karena berhasil membunuh buronan paling dicari saat itu, bahkan merekonstruksi peristiwa pembunuhan Jesse James dalam lakon drama panggung yang dimainkannya sendiri bersama sang kakak, tapi toh nyatanya Jesse James tetap dianggap pahlawan di mata rakyat, dan Bob hanya dianggap pengkhianat dan pecundang yang cari sensasi belaka. Dari mulut Bob sendiri kepada Dorothy Evans (Zooey Deschanel), meluncur alasan bahwa "Jesse mau bunuh saya.. juga untuk hadiah uangnya". Tapi apakah memang demikian? Gw sih masih "tradisional" dengan menganggap bahwa itu karena Jesse "menghina" Bob. Bagaimana perasaan kita kalau orang yang kita idolakan dan agung2kan—bahkan mungkin yg kita cintai, malah berbalik menertawakan kita dan mencurigai yang tidak2? Yang pasti, bagi gw pemikiran Bob agak sulit untuk dipahami, dan film ini menggambarkannya dengan baik, terutama dari penampilan manteph dari Casey Affleck dengan ekspresi pokerface nan memelas namun menyimpan emosi yang siap (namun tidak sampai) meledak sepanjang film. Great job.

Film ini rapih sekali, plotnya dieman-eman supaya dapat tersampaikan sedetil mungkin proses yang membawa pada peristiwa pembunuhan Jesse James (termasuk proses panjang bagaimana bisa Bob mendapat kepercayaan polisi untuk jadi mata-mata). Bahayanya, semua itu disampaikan dengan pelan, sunyi, dan murung. Gw masih bisa sih mentolerir film2 pelan dan sunyi *sok banget*, tapi kalo filmnya jadi 2,5 jam lebih ya agak berat juga, hehe. Mungkin dalam rangka autentisitas, semua aktor di sini ngomongnya pelaaan gitu baik volume maupun kecepatan, menambah bukti yang memberatkan bahwa film ini membosankan saking detilnya dan bikin ngantuk—dan saya memang ngantuk di tengah2, hehehe. Tapi tak mengapa, toh atas jasa opa Roger Deakins, lagi2 membuat gw betah memandang layar karena tampilan2 gambar yang cuantik nan memukau, adegan perampokan kereta api di malam gelap yang kontras dengan lampu kereta itu epik sekali, lalu ada adegan penggerebekan tempat tinggal Bob Ford yang disorot dari balik jendela, bahkan di saat lain beliau bisa aja nangkep gambar debu2 kecil berterbangan terkena sinar matahari di adegan2 dalam rumah =). Superb.

Kesimpulan gw, film ini bagus deh. Serius gw. Tapi serius juga, film ini lama dan berasa lamanya—padahal ini udah versi pendek dari cut aslinya yg 4 jam aja gitu, apalagi gejolak2 dalam plotnya sedikit dan jaraknya jauh2. Tetapi kalau nggak begitu caranya, mungkin ceritanya jadi nggak meresap bin merasuk dan kurang "mendidih" di bagian klimaksnya. Entahlah. Bagaimanpun, film ini adalah sebuah karya baik, diarahkan dengan baik, dimainkan oleh aktor2 yang mumpuni (meskipun Mary-Louise Parker cuma kayak figuran, dan Zooey Deschanel cuma ngomong 2 kalimat plus nyanyi, tapi yah bolehlah =D), kemasan visual yang berkelas nan anggun, serta dinarasikan secara baik dengan memberi informasi yang cukup tentang tokoh2 sejarah yang ada di ceritanya sehingga nggak nyuekin penonton yang nggak tau apa2 kayak gw ini, plus tanpa dramatisasi yang dibuat-buat (konon ini film soal Jesse James yang paling mendekati fakta sejarah). It's long but kinda worth your time =).



My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar