Senin, 21 Juni 2010

[Movie] The A-Team (2010)



The A-Team
(2010 - 20th Century Fox)

Directed by Joe Carnahan
Screenplay by Joe Carnahan, Skip Woods, Brian Bloom
Based on the televison series created by Stephen J. Cannell & Frank Luppo
Produced by Ridley Scott, Tony Scott, Stephen J. Cannell, Spike Seldin, Iain Smith, Alex Young, Jules Daly
Cast: Liam Neeson, Bradley Cooper, Jessica Biel, Quinton "Rampage" Jackson, Sharlto Copley, Patrick Wilson, Brian Bloom, Gerald McRaney



The A-Team ini diangkat dari serial TV produksi tahun 1980-an, di sekitar tahun kelahiran gw. Namun bagi yang pernah hidup di paruh awal 1990-an, pasti kenal sama kelompok tentara bayaran buronan negara (AS) dengan karakter2 unik ini yang saban pekan nongol saat
primetime layar RCTI...ya iyalah, TV dulu yang bisa ditonton kan 2 channel doang tho—dan serial impor pasti tayangnya telat di sini. Yang suka nonton TV mau gak mau suka serial ini, pasti familiar sama musik temanya. Selain karena emang gak ada pilihan lain (hehehe), juga harus diakui setiap episode action-comedy ini kebanyakan sukses menghibur penontonnya termasuk gw.

Tahun 2010 The A-Team dibuat versi film layar lebar yang serba baru:
cast baru dan latar belakang tokoh yang disesuaikan (mereka veteran perang Irak, bukan lagi Vietnam...dan Face juga ikut jadi buronan). Sepertinya ini semacam reboot dari kisah mereka, cikal bakal terbentuknya The A-Team sebelum melanglang buana jadi tentara bayaran di luar ranah hukum (did I just give away the ending? =.= v). Terkumpul secara kebetulan dalam sebuah misi di perbatasan AS-Meksiko, tersebutlah tim khusus The A-Team dalam satuan Ranger (di bawah Angkatan Darat AS mungkin?) yang dipimpin Kolonel Hannibal Smith (Liam Neeson) dengan 3 anggotanya: Faceman Peck (Bradley Cooper) yang pandai menyamar sekaligus penakluk wanita—baik yang di dalam film maupun penontonnya (gw nonton bareng rekan2 kerja cewe yg demen banget sama Cooper di sini), B.A. Baracus (Quinton Jackson) si pengendara handal yang gahar fisiknya tapi agak polos sifatnya, dan Murdock (Sharlto Copley) si pilot serbaguna yang sakit jiwa in funny way. Suatu hari ketika hampir akan pulang dari tugas mereka di Irak, seorang yang mengaku dari CIA bernama Lynch (Patrick Wilson) meminta The A-Team menjalankan misi rahasia mengambil plat cetakan uang dolar yang dicuro dan dimiliki kelompok pendukung Saddam Hussein. Misinya berhasil, tapi pas di ujung mereka disabotase, plat itu diembat sama tim lain di bawah pimpinan Pike (Brian Bloom), dan menewaskan atasan yg meng-ACC misi mereka, Jenderal Morrison (Gerald McRaney). Keempat personel The A-Team dituduh bertanggung jawab sekaligus berkhianat, kemudian pangkat mereka dicopot dan masing2 dipenjara di tempat berbeda-beda.

Akan tetapi, beberapa waktu kemudian Lynch kembali muncul di hadapan Hannibal dengan permintaan yang sama—merebut plat cetakan uang dari Pike yg kini bekerja untuk orang Arab misterius, kali ini dengan tawaran imbalan pembebasan dari hukuman dan pengembalian nama baik setiap personel The A-Team. Tawaran diterima, Hannibal membebaskan anggotanya satu per satu, dan The A-Team beraksi menjalankan misi, namun harus dibayangi oleh pengejaran Letnan Charisa Sosa (Jessica Biel) dari Departemen Pertahanan yang juga mantan pacar Face, yang berusaha menangkap para buronan ini sekaligus memperoleh plat cetakan uang tersebut. Terlalu simpel? Ah, tenang, ada
twist kecilnya kok.

The A-Team versi film ini konsepnya serupa dengan serial TVnya:
action-comedy, misi berbahaya yang diselesaikan secara nyentrik dan mengada-ada cenderung konyol, plus karakter2 yang mengikat penonton. Film ini cukup berhasil dalam eksekusi adegan action dalam artian lebih heboh dari format aslinya. Adegan "nonton film 3D" dan pembebasan B.A. lumayan menggelitik gw. Namun sayangnya, secara keseluruhan film ini kurang—meminjam dari Ussy—klik sama gw. Entah karena mood gw yang emang lagi stress saat itu (makanya berharap film ini jadi mindless action flick yang menghibur, tapi ternyata...), atau karena posisi duduk yang nggak enak (kursi pinggir di studio 2 fX, studio yg aneh), pokoknya gw tidak merasa terhibur boro2 terkagum-kagum sama film ini. Adegan pembukanya kelamaan, twist kecilnya agak mudah ditebak, dan kecuali yg gw sebut di atas, adegan2 aksinya seringkali bingungin (nggak tau mereka lagi ngapain dan ada dimana) dan kurang orisinil—serta non-sense tapi karena ini cuma film jadi yg satu itu sedikit dimaafkan. Penggunaan efek visual dengan CGI pun tidak membantu, malah mengurangi excitementnya—kalo menurut gw akan lebih memacu adrenalin andaikan tumpahan peti kemas di klimaks adalah peti kemas betulan =_=.

Jadi pada dasarnya bagi gw The A-Team bukanlah film yang perlu terlalu dihiraukan. Gw kurang bisa menikmati film ini dari awal hingga akhir meskipun belum sampe jengkel. Ada sih beberapa adegan humor yg boleh lah, tapi kurang bisa menambal perasaan “kurang” sesusai nonton film ini secara keseluruhan, laju penceritaan dan naik-turun
mood nya kurang mengena di gw. Teknisnya biasa aja, soundnya agak bising, tapi gambarnya sih cukup oke lah. Untung aja ada Sharlto Copley yang performa sedengnya mencegah gw dari kebosanan (ah, gw suka tuh pas dia ama B.A. paspor paslunya ketuker ^0^). Tapi tetep aja, The A-Team dengan modernisasi dan pemain yang fresh dalam film ini, tak ubahnya tembok kusam yang dicat ulang. Gak berubah banyak, cuman sedikit lebih eye-cathcy aja.


My score:
5,5/10



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar