Kamis, 29 Januari 2009

[Album] ASIAN KUNG-FU GENERATION - Surf Bun'gaku Kamakura


ASIAN KUNG-FU GENERATION - サーフ ブンガク カマクラ (Surf Bun'gaku Kamakura)
(2008 - Ki/oon Records/Sony Music)

Tracklist:
1. 藤沢ルーザー
Fujisawa Loser
2. 鵠沼サーフ Kugenuma Surf
3. 江ノ島エスカー Enoshima Escar
4. 腰越クライベイビー
Koshigoe Crybaby
5. 七里ヶ浜スカイウォーク
Shichirigahama Skywalk
6. 稲村ヶ崎ジェーン
Inamuragasaki Jane
7. 極楽寺ハートブレイク
Gokurakuji Heartbreak
8. 長谷サンズ Hase Suns
9. 由比ヶ浜カイト
Yuigahama Kite
10. 鎌倉グッドバイ
Kamakura Goodbye

Dengan rilisnya album ini, maka ASIAN KUNG-FU GENERATION, my no. 1 favourite band, total menelurkan 3 album di tahun 2008 ("World World World",mini-album "Mada minu Ashita ni" dan yg ini). Rajin yach. Tapi "Surf" prosesnya tidak singkat juga, krn beberapa lagu di sini sudah pernah dirilis sbg B-side track single2 mereka sebelumnya. Lucunya album ini berisi lagu2 yg terinspirasi dari jalur kereta Enoshima di sebuah daerah wisata bernama Fujisawa (katanya sich gak jauh dari Tokyo). Judul2nya diambil dan diurut dari nama2 stasiun kereta itu, jadi biar berasa naik keretanya gitu.

Ada 10 lagu, perjalanan dimulai dengan asik dan rame di "Fujisawa Loser", lagu yg simpel, singkat, tapi gampang diinget. Lagu lain yg nendang adl "Kugenuma Surf", "Enoshima Escar" yang super-catchy, "Inamuragasaki Jane" yg bikin jingkrak2, "Hase Suns", dan "Kamakura Goodbye" yg merupakan lagu Ajikan paling slow yg pernah gw denger serta makin kaya dengan kocokan gitar akustik. Sisa lagu selain di atas sayangnya agak sulit dinikmati dan kayaknya hanya akan appealing pada fans saja yg dgn sukarela akan mencoba menyukainya dengan cara memutar berulang-ulang (hehehe, curhat).

Musiknya rata-rata seragam (kecuali track terakhir), riff dan hentakan serta melodi khas Ajikan. Secara mereka merekam semua lagu di sebuah studio di Fujisawa, hawa liburan santainya juga kebawa. Tensi rocknya mungkin nggak menurun, malah distorsinya lebih keras dari album "World...", tapi musik yg dimainkan mengalir tanpa beban sehingga mengeluarkan aura menyenangkan ketika denger album ini.
Memang album ini tidak dibuat dengan formula komersil, gak bakal ada hits seperti "Rewrite" atau "Loop&Loop". Lagunya rata2 di bawah 3 menit dan tarikan-hentakan musiknya mirip Ajikan waktu masih indie dulu, tapi mungkin less emotional ajah. Padat berisi, lebih nikmat bila dinikmati satu album full. Nice ride and would've been great at live shows.

my score:
7,5/10

ASIAN KUNG-FU GENERATION (2008)


preview, courtesy of YouTube

藤沢ルーザー Fujisawa Loser




[Movie] Under The Tree (2008)


Under The Tree 
(Credo Pictures -2008)

Directed by: Garin Nugroho
Written by: Garin Nugroho, Armantono

Produced by: Garin Nugroho, Dinna Jasanti

Cast: Marcella Zalianty, Ayu Laksmi, Nadia Saphira, Dwi Sasono, Ikranagara, Bulantrisna Djelantik, Aryani Kriegenburg Willems, I Ketut Rina.


Entah mw review apa...gw ndak ngerti blass film ini. Intinya tentang makna ikatan ibu-anak dengan latar belakang budaya Bali yg penuh dengan berbagai ritual apapun itu. Ada Maharani (Marcella Zalianty) yg cari ibu biologisnya di Bali sambil tinggal bareng komunitas penari. Ada Dewi (Ayu Laksmi) yg mengandung anak yg cacat di dalam kandungan. Ada Nian (Nadia Saphira)...entah dia ngapain...yg pasti dia terobsesi dengan seorang bapak pelukis dan seniman tato (Ikranagara) yg kemudian jadi penari utk pentas "Calon Arang" (kisah tragedi cinta Ibu penyihir dan anaknya)

Bagusnya dimana? Pertama, ide cerita yg brilian dan dalem. Kedua, penyutradaraan oom Garin yg selalu artistik-puitis dan sepertinya jago mencari aktor, atau membuat aktor terkenal yg kemampuannya diragukan (ehem Marcella) jadi bisa akting. Gambaran nyata interaksi tokohnya juga sangat baik. Aktor2 Balinya, terutama yg jadi Soka (Aryani Kriegenburg Willems, yg menang Citra 2008), luar biasa alami dan believable.

Kurangnya dimana? Pertama, sayang banget film yg berpotensi artistik ini harus ditangkap dengan kamera digital yg lemah menangkap warna, padahal sudut2 fotografinya bagus2 banget. Kedua, ceritanya gak jelasssss!!! Garin mungkin "dewa"nya film2 art-house Indonesia, tapi mnurut gw beliau kurang mampu membuat jalan cerita yg setidaknya bisa dicerna sedikit dengan nalar awam. Tiap karakter punya tujuan di awal film, tapi apakah tujuan itu tercapai atau tidak kurang dideliver dengan jelas...atau yah mungkin gw aja yg terlalu 5km/h. Ketiga, kebingungan gw apakah film ini simbolik atau potret realita, krn dua2nya ada di film ini, jadi bingung mau mengintrepetasikan adegan simbol yg cara ngambilnya mirip adegan2 lain yg real.

Mohon maaf buat oom Garin saya memberi nilai film ini. Seandainya pake film 35mm, dan adegan simboliknya dibuat sedikit lebih wah, pasti hasilnya jauh lebih baik...Setidaknya kebingungan gw thd film ini bisa jadi bahan diskusi hehehe

my score 5/10

[Movie] Australia (2008)


Australia 
(20th Century Fox - 2008)

Directed by: Baz Luhrmann
Screenplay by: Stuart Beattie, Baz Luhrmann, Ronald Harwood, Richard Flanagan
Story by: Baz Luhrmann
Produced by: Baz Luhrmann, Catherine Knapman, G. Mac Brown
Cast: Nicole Kidman, Hugh Jackman, Brandon Walters, David Wenham, Bryan Brown.


Gw rada kaget bahwa ternyata film ini begitu konservatif bila dibanding film2 Baz Luhrmann yg lain macam "William Shakespeare's Romeo+Juliet" dan "Moulin Rouge" yg unik dan nyentrik. "Australia" terbilang sangat mudah dicerna dan mungkin terlalu sederhana utk ukuran Luhrmann.

Film drama skala besar ini punya beberapa cabang plot, pertama, jelas, percintaan antara Lady Sarah Ashley (Nicole Kidman) dan The Drover (Hugh Jackman). Kedua, usaha Sarah mempertahankan peternakan Faraway Downs miliknya dari King Carney yg ingin memonopoli peternakan di Australia utara dan pasokan daging wedhus a.k.a. sapi untuk serdadu perang dunia II. Ketiga, soal Sarah yg berusaha melindungi anak blasteran bule-Aborigin, Nullah, yg menjadi sasaran pemerintah Australia saat itu punya peraturan mengasingkan anak2 blasteran untuk jadi pelayan orang2 bule, dengan maksud menghilangkan ke-Aboriginan mereka. Klimaksnya terakumulasi ketika pesawat tentara Jepang membombardir Darwin...

Meski ceritanya cukup biasa, tapi sutradara Luhrmann cukup berhasil menghantarkan film ini dengan gayanya, terutama di bagian awal yg lumayan bikin ketawa ketiwi...tapi seperti film2 Luhrmann lainnya, ketawa-ketiwi nya gak akan bertahan lama, dan akan berubah menjadi keharuan. Banyak adegan yg cukup spektakuler dan gambar yg indah (sinematografi, artistik dan editing-nya sama sekali nggak gagal). Akting pemainnya lumayan, tapi yg jadi Nullah (Brandon Walters) yg paling bagus dan kuat aktingnya, malah Nicole Kidman yg rada aneh di sini.

Dengan unsur sejarah dan mistik Aborigin, "Australia" secara keseluruhan adalah film yg cukup menyenangkan. Mungkin kekurangan ada di durasi yg agak panjang (2 setengah jam) dan romansa Sarah dan The Drover yg kurang digali lebih dalam. Tetapi, film yg rada meng-"Gone With The Wind" ini cukup bagus kok...entah kenapa kurang laku dan kritikus film di luar sana banyak gak suka film ini...

Much better than "Pearl Harbor".

my score 7/10

Selasa, 27 Januari 2009

[Movie] Pintu Terlarang (2009)


Pintu Terlarang 
(Lifelike Pictures - 2009)

Directed by: Joko Anwar

Screenplay by: Joko Anwar

Based on the novel by: Sekar Ayu Asmara

Produced by: Sheila Timothy

Cast: Fachri Albar, Marsha Timothy, Ario Bayu, Otto Djauhari, Henidar Amroe, Tio Pakusadewo


Film ini penuh misteri. Gak seru kalo gw ceritain terlalu detail. Gw kasih petunjuk, "Pintu Terlarang" adalah film thriller psikologis. Artinya: tegang? yes. membingungkan? definitely! Waktu gw nonton film ini di Mega Bekasi XXI, banyak Sobek2 (Sobat Bekasi ^-^) yg keluar sebelum filmnya selesai. Yg jelas, sebenernya ini bukan film untuk semua orang. But technically, this is a hattrick from Joko Anwar after "Janji Joni" and "Kala". Sekali lagi pak Joko menciptakan dunia alternatif dimana imajinasi artistik yg berbicara, dan tetep bernuansa retro.


Gambir (Fachri Albar) adalah pematung yg membuat patung2 wanita hamil yg ternyata di dalam perut patung itu ada janin beneran, yg prototipenya adalah mayat aborsi anaknya dengan Talyda (Marsha Timothy) sebelum mereka menikah. Tiba2 Gambir sering disamperin pesan "tolong saya" dari seorang anak kecil, dan dia akhirnya mengetahui keberadaan anak kecil itu dari sebuah tempat bernama "Herosase" yg tenyata sbuah tempat yg tak terbayangkan sebelumnya.


Terus terang gw ragu dengan jalannya film ini. Dunianya terlalu absurd dan simbolik. Dialognya dramatis dan tidak alami, mirip serial TV asing yg didubbing. Gw mulai merasa antipati sama film ini...sampai bagian ending menebusnya. Keanehan2 di 3/4 awal film (lumayan lama kan?) seakan disengaja, dan setelah tahu endingnya, yah semua kejanggalan gw maafkan deh.


Secara visual, sebagaimana film2 pak Joko sebelumnya, kombinasi cinematography+editing+art direction bener2 kompak. Kayaknya sich gambarnya juga udah pake proses digitalization (krn ada kredit Technicolor Thailand), jadi kayak di-PhotoShop. Sayang seribu sayang, hal yg sama gak berlaku buat para aktornya. Semua kaku gak meyakinkan, apalagi Fachri Albar ngomongnya sering gak jelas. Fachri dan Ario Bayu di sini gak beda dengan mereka di "Kala", persis. Yang paling meyakinkan malah peran yg gak penting dari Verdi Soelaiman sebagai orang China-Medan pelanggan patung Gambir (oh, yes...I know how China-Medan sounds like hehehe).

Film ini cerita (dan endingnya) mirip2 sama film "Belahan Jiwa" karya Sekar Ayu Asmara, krna "Pintu Terlarang" memang merupakan adaptasi novel karyanya, lagian dua2nya juga berunsur psikologis. Dengan kata lain: yup, sama anehnya. Bedanya, Joko Anwar "tau" caranya membuat film. Jelas secara keseluruhan "Pintu Terlarang" yg sinematik lebih bagus dari "Belahan Jiwa" yg 'sinetronik' hehehe. Ending anehnya pun dieksekusi pak Joko dengan cukup brilian. Lucunya, "Pintu Terlarang" seakan menjawab angan2 gw setelah menonton "Belahan Jiwa": "ceritanya sih lumayan, tapi coba sutradaranya bukan Sekar Ayu Asmara..." hihihi...Yah beginilah hasilnya, similar story, better execution. Not bad...

This is a well-crafted film, tapi bagi gw "Kala" masih lebih exciting plus lebih original.

Btw, film ini juga menampilkan adegan2 kejam, jadi kalo mw nonton, wanti2 aja.

my score: 7/10

www.pintuterlarang.com
www.herosase.com

catatan: selama ini gw cukup dermawan dalam menilai film lokal, mengingat industri film kita baru "jalan lagi", jadi gw selalu mempertimbangkan "niat baik" dalam penilaian (^.^)...

Senin, 26 Januari 2009

My 10 BEST JAPANESE VOCALISTS ~edited~

Jepang mungkin memiliki industri musik yang termasuk terbesar di dunia, tapi anehnya negara ini tidak terkenal menghasilkan penyanyi yang bagus. Kita mungkin sering dengar penyanyi-penyanyi hebat berasal dari AS, Italia, Filipina dan tentu saja Indonesia (Hidup Indonesia ^o^), tapi tidak pernah dari Jepang. Kontes “Asia Bagus!” yang notabene dibuat oleh Fuji TV Jepang juga tidak pernah memenangkan penyanyi asal Jepang. Lucunya lagi, artis-artis rekaman yang penjualannya sangat tinggi di Jepang semacam Ayumi Hamasaki, Utada Hikaru, Namie Amuro, atau hampir semua artis Johnny’s Agency justru memiliki kualitas vokal yang…uhm…nggak layak uji (no offence to the fans, just being realistic here -_- v). Suksesnya mereka mungkin lebih karena faktor “polesan” dan promosi yang baik…but that’s another story.

Sayang banget kalau dunia J-Pop secara vokal diwakili oleh nama-nama yang gw sebut di atas. Sebenarnya nggak sedikit juga penyanyi asal Jepang yang punya kualitas vokal yang bagus…atau setidaknya nggak malu-maluin deh. Sekarang gw berhasil menyenarai (bahasa Indonesianya to make a list hohoho) 10 vokalis Jepang yang gw tau memiliki kualitas vokal yang dapat dipertanggungjawabkan dan patut dibanggakan. Gw menilai dari segi vokal yang terdengar “nyaman” alias nggak maksa, karakter suara yang distinctive, dan konsistensi antara suara rekaman dengan live.

Ingat: penilaian gw sangat personal dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah apalagi secara Undang-undang. Tapi setau gw, kuping gw nggak beda jauh kok sama kuping orang-orang kebanyakan (cth: menurut gw vokalis paling top di Indonesia saat ini adalah Ruth Sahanaya atau Mike Mohede, bukan Gita Gutawa apalagi Ariel ‘Peterpan’ ^o^). So, here goes the list in reversed order:


平井堅 
10. Ken Hirai
Ken punya karakter suara yang sangat kuat. Meskipun teknik vokalnya nggak sempurna (napasnya masih agak2 gimanaaa gitu), Ken yang mendasarkan gaya vokalnya pada R&B dan soul ini tetap sanggup membius orang dengan warna suaranya yang khas dan range yang luas. Ditambah dengan konsistensi vokal saat live, jadilah Ken Hirai bertahan sebagai salah satu vokalis pria terbaik yang ada di Jepang meski karirnya sudah melewati sepuluh tahun.
(representative songs: Love Love Love, Sentimental, Canvas)


Ken Hirai - Love Love Love




EXILE ATSUSHI
9. Atsushi (EXILE)
EXILE adalah boyband R&B/Dance beranggotakan 7 (dulu 6) orang dengan 2 vokalis…sisanya cuman nari2…Aneh, memang, tapi setidaknya mereka jujur pada “talenta” masing2: yang bisa nyanyi ya nyanyi aja, yang bisa dance ya dance aja, gak usak maksa ^m^. Dan memang Atsushi sebagai salah satu dari vokalis EXILE, dibalik penampilannya yang terlalu meng-artis, ternyata punya kualitas suara yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan. Di rekaman enak, waktu live juga tidak loyo. Suaranya emang cocok buat lagu2 R&B.
(representative songs: Tada Aitakute…, Lovers Again, Michi)

ATSUSHI - Lovers Again





吉田美和
from DREAMS COME TRUE
8. Miwa Yoshida (DREAMS COME TRUE)
Di tengah-tengah booming cewek penyanyi idola berwajah manis di awal 1990-an, DCT muncul dimotori oleh vokalis yang seperti itu, namun punya sesuatu yang tidak dimiliki penyanyi yang lain: kemampuan bernyanyi yang sebenarnya. Sudah bukan rahasia industri musik di mana-mana, termasuk di Jepang, punya konvensi yang cukup jahanam: asalkan bisa dijual, kemampuan bernyanyi itu di nomor sekian. Miwa Yoshida, vokalis DCT seakan mengacak-acak konvensi tersebut dengan suaranya yang bagus, dalam, kuat, dan bisa dipertanggungjawabkan saat tampil live.
(representative songs: Love Love Love, Mirai Yosouzu II, Kimi ni Shika Kikoenai)

DREAMS COME TRUE - Love Love Love





桜井和寿
from Mr. Children
7. Kazutoshi Sakurai (Mr. Children; Bank Band)
Sakurai adalah contoh vokalis yang suaranya bisa terdengar bagus meski cara nyanyinya salah: pake suara leher. Kalau gw perhatikan banyak sekali penyanyi Jepang yang pake teknik vokal seperti ini, tapi yg terdengar “berwibawa” cuma vokalnya Sakurai. Range vokalnya luas dari tinggi ke rendah, suaranya khas dan tidak terdengar malas, selalu menyanyi dengan segenap kekuatan yang ada . Very charismatic.
(representative songs: Tomorrow never knows, Shirushi, HANABI, Uta Utai no Ballad (Bank Band))


Mr.Children - Tomorrow never knows





桑田佳祐
from サザンオールスターズ
6. Keisuke Kuwata (Southern All Stars)
Selain SAS termasuk band papan atas Jepang yang bertahan sangat lama (30 tahun!), bapak kita ini bisa dibilang singing like talking. Gak ada beban, gak ada teknik berlebihan, Keisuke Kuwata bernyanyi mengalir lancar jaya begitu aja…ya kayak ngomong aja. Ditambah suara yang khas (suara bapak2 ^_^ tapi lincah lho), range yang luas, dan penghayatan oke, jadilah pak Kuwata (dari tadi panggilannya berubah mulu) penyanyi yang patut dihormati dengan alasan yang kuat, not just “respect for the elderly ones” ^_^ v.
(representative songs: TSUNAMI (Southern All Stars), Namida no Kiss (Southern All Stars), Ashita Hareru kana)

Southern All Stars - TSUNAMI





絢香
5. ayaka
ayaka adalah salah satu dari sedikit penyanyi Jepang, terutama yang perempuan, yang bisa menunjukkan konsistensi vokal saat live. Amat sangat jarang sekali ada nada yang meleset. Warna suaranya mungkin biasa2 aja, dan lagu-lagu yang dinyanyikan belum bisa menunjukkan kemampuan seutuhnya, cuman ayaka kuat di teknik vokal yang “benar” dan tidak monoton. She’s good.
(representative songs: I Believe, Mikazuki, Winding Road (ayaka x Kobukuro), Clap & Love)


ayaka - Mikazuki




山田将司
from THE BACK HORN
4. Yamada Masashi (THE BACK HORN)
Siapa bilang pendidikan vokal tidak akan berguna bagi yang pengen jadi vokalis rock? Yamada Masashi sejak awal sudah membuktikan bahwa dengan napas dan produksi suara yang benar (termasuk membuka mulut lebar2 ^O^) memampukannya untuk mencapai setiap nada, skali lagi, SETIAP nada. Spirit dan power Yamada gak pernah turun saat nyanyi, alhasil saat konser pun suaranya unbelievably konsisten. One of the best rock vocalist I’ve ever known. *two thumbs up*.
(representative songs: Cobalt Blue, Yume no Hana, Utsukushii Namae, Wana)

THE BACK HORN - Wana





越智志穂/Superfly
3. Shiho Ochi (Superfly)
Power dan power, itulah Shiho. Dengan kekuatan vokalnya itu, Shiho sanggup menyanyikan nada-nada puncak gunung dengan sukses namun tetap memiliki jiwa. Untuk seorang penyanyi rock’n’roll, warna vokal Shiho terbilang bening dan polos, nggak kasar kayak sebagian besar penyanyi wanita yang pengen nge-rock. Untung aja Shiho punya teknik yang mantap. Untungnya lagi, ketika lebih lembut sedikit, suara Shiho juga masih terdengar enak dan empuk (ibarat bakpao yats hihihi).
(representative songs: Ai wo Komete Hanataba wo, Hi-Five, Last Love Song)

Superfly - Ai wo Komete Hanataba wo





秦 基博
2. Hata Motohiro
Penyanyi baru ini langsung menarik perhatian karena warna vokalnya yang bisa membuat siapapun yang mendengar terdiam. Suaranya agak serak, sangat “nusuk” ketika menyanyikan nada2 rendah, sekaligus gak beban menaklukan nada2 tinggi dari lagu2 yg dibuatnya sendiri, seakan suaranya lepas dari lubuk hati paling dalam tanpa ada yang ditahan-tahan. Label rekamannya mengibaratkan suaranya dengan “steel & glass”, sedangkan beberapa penggemar, terutama perempuan berpendapat suaranya “seksi”. Apapun itu, cowok yang senantiasa bergitar akustik saat perform ini sangat berpotensi menjadi vokalis kebanggaan Jepang. And he makes great songs, too. ^-^.
(representative songs: Uroko, Fuukei, Niji ga Kieta Hi)

Hata Motohiro - Fuukei





黒田俊介
from コブクロ
1. Shunsuke Kuroda (KOBUKURO)
Ini dia juara vokal versi gw. Tanpa bermaksud mendiskreditkan pasangannya di Kobukuro, menurut gw Kuroda memang punya kemampuan vokal yang istimewa. Mantap dan berkarakter kuat. Suaranya cenderung berat, tapi nada tingginya pun..er..mantap (keabisan kata2 -_-;). Kerenlah pokoknya oom yang satu ini. Oh ya, suara waktu live sama rekaman juga hampir gak ada bedanya, which is great, right? A tall guy with a big voice *all thumbs up*.
(representative songs: Towa ni Tomo ni, Koko ni Shika Sakanai Hana, Winding Road (ayaka x Kobukuro), Tsubomi)


Kobukuro - Towa ni Tomo ni




foto-foto dari berbagai sumber -_- v

PS-> Fakta menarik yg tidak disengaja (serius, pas bikin gw gak meratiin):
- dari 10 yg perempuan cuma 3
- 3 dari top 5 bernaung di Warner Music Group Japan (Kobukuro, Superfly, ayaka), mungkin produser di label ini kupingnya paling bener kali ya ^^
- dari 10 cuma 3 yg artis solo murni, 4 kalo karir solo Keisuke Kuwata ikut diitung. Gw rada bingung mengkategorikan Superfly secara sekarang jadi band beranggotakan 1 orang (?).


BONUS: Japan's best vocalists combo =)

Superfly x Hata Motohiro - Kaede


ayaka x Kobukuro - Winding Road




[Album] Hata Motohiro - ALRIGHT


秦 基博 (Hata Motohiro) - 「ALRIGHT」 (2008 - Augusta Records/BMG Japan)
Tracklist:

1. 「夕暮れのたもと」
Yuugure no Tamo to
2. 「キミ、メグル、ボク」
Kimi, Meguru, Boku (Itazura na Kiss OP)
3. 「バイバイじゃあね」
Bye Bye Ja ne
4. 「ファソラシドレミ」
Fa So La Ti Do Re Mi
5. 「Honey Trap」

6. 「花咲きポプラ」Hanazaki Popular
7. 「虹が消えた日」
Niji ga Kieta Hi
8. 「最悪の日々」
Saiaku no Hibi
9. 「夜が明ける」
Yoru ga Akeru
10. 「休日」
Kyuujitsu
11. 「フォーエバーソング」
Forever Song
12. 「新しい歌」
Atarashii Uta
Bonus tracks (first press limited edition):
13. 「僕の今いる夜は with 槇原敬之」
Boku no Ima Iru Yoru wa with Noriyuki Makihara
14. 「空中ブランコ with 一青窈」
Kuchuu Buranco with Yo Hitoto
15. 「夏はこれからだ!with 福耳」
Natsu wa Korekara da! with FUKUMIMI

Full album kedua dari Hata Motohiro, sama sekali tidak mengecewakan. Dengan mini album "Bokura wo Tsunagu Mono" (2006) dan album "contrast" (2007) yang sangat manis di telinga sebagai track-recordnya, "ALRIGHT" tidak lari jauh dari lagu2 Hata Motohiro selama ini. Tentunya masih dengan senjata andalan: suara mantabh dari sang penyanyi.

Sedikit perkenalan bagi yg belum tau: Hata Motohiro (lahir 1980) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu (istilah kerennya: singer/songwriter) asal Yokohama, Jepang yang baru debut secara profesional tahun 2006. Cowok yg selalu tampil dengan gitar akustik ini langsung menarik perhatian banyak orang karena lagu2nya, dan terutama karena suaranya yg bagus banget, sampe2 suaranya dijuluki made of steel and glass (okeh, ini sich lebai ya. Cuman menurut gw emang Hata adalah salah satu penyanyi terbaik Jepang sepanjang sepengetahuan gw).

Kembali ke album "ALRIGHT", ada sedikit upgrade dalam album ini, yaitu lagu "Saiaku no Hibi" yg nge-rock (bukan agak nge-rock, tapi nge-rock). Mungkin ini sekedar nostalgia masa remaja Hata yg pernah nyanyi lagu2 punk di band sekolahan, but not bad. Selain itu di album ini lebih banyak lagu2 berirama medium dan cepat, beda dengan album contrast yg banyak lagu slow beraransemen minimalis. Lagu medium-fast beat yg gw suka antara lain "Kimi, Meguru Boku", "Fa So La Ti Do Re Mi", "Hanazaki Popular", "Yoru ga Akeru", dan "Forever Song". Lagu2 ballad ala Hata juga masih bisa nancep di kuping gw semisal "Yuugure no Tamo to", "Niji ga Kieta Hi", dan "Kyujitsu".

Tapi, lagu paling juara dari album ini adalah "Atarashii Uta", sebuah lagu dengan melodi dan lirik yg bagus, aransemen menggugah, dan terlebih lagi bisa mendemonstrasikan range vocal Hata.
This song is one of his best works ever.

Bisa dibilang musik Hata Motohiro masih stabil di album ini, masih sangat enak untuk dinikmati. Entah kenapa dia gak terlalu laku di Jepang sana...




my score: 8/10

http://www.office-augusta.com/hata/

previews (courtesy of YouTube)

「キミ、メグル、ボク」Kimi, Meguru, Boku


「虹が消えた日」
Niji ga Kieta Hi


「フォーエバーソング」Forever Song

Hajimemashite...

Haloow semuanya, selamat datang di blog gue yang sederhana nan nggak penting ini.

Di sini gue akan post ulasan-ulasan, terutama mengenai hal kesukaan gue:
musik (terutama J-Pop), film, dan apapun yang bisa diulas dan diulik.

Yang jelas meski gue berusaha seobyektif mungkin (
not), ulasan2 ini murni berdasarkan selera gue pribadi, tapi mungkin aja bisa jadi masukan buat teman2 di dunia maya sana, dan akan lebih bahagia jika juga jadi pertimbangan label2 untuk mendistribusikan CD2 J-Pop yang benar di Indonesia kita ini (arep2 aja ^^v).

Gue bakal berusaha untuk post entri serajin mungkin (sekarang masih nganggur soalnya, ada yg mau ngasih kerjaan?? -_-).


Semoga berkenan. ^-^v